Bapanas: Tambahan bantuan pangan jaga stabilitas daya beli masyarakat
Bapanas: Tambahan bantuan pangan jaga stabilitas daya beli masyarakat

Bapanas: Tambahan bantuan pangan jaga stabilitas daya beli masyarakat

Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menekankan pentingnya penambahan bantuan pangan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi.

Fokus utama program tambahan bantuan pangan

  • Meningkatkan alokasi beras bersubsidi sebesar 10% dibandingkan kuartal sebelumnya.
  • Menambah stok minyak goreng dan gula pasir pada gudang pangan daerah.
  • Mengoptimalkan distribusi bantuan melalui posko-posko sosial di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
  • Memperluas cakupan BPNT ke daerah yang sebelumnya belum terjangkau, khususnya di provinsi Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur.

Target penerima manfaat

Program ini menargetkan sekitar 8,5 juta rumah tangga, termasuk keluarga penerima Raskin, penerima BPNT, dan penduduk di kawasan rawan pangan.

Kategori Jumlah Penerima
Keluarga Raskin 2,3 juta
Penerima BPNT 4,2 juta
Kawasan Rawans Pangan 2,0 juta

Astawa menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan tekanan inflasi pangan yang belakangan ini berada di atas 5% selama tiga bulan berturut-turut. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, dan Badan Penanggulangan Bencana, untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Pengamat ekonomi memperkirakan bahwa peningkatan bantuan pangan dapat menstabilkan indeks harga konsumen (IHK) pada level 4‑5% dalam jangka menengah, sekaligus memberikan ruang bagi rumah tangga untuk mengalokasikan dana pada kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan.

Dengan langkah ini, Bapanas berharap dapat mengurangi beban ekonomi rumah tangga miskin dan menengah, sekaligus menjaga kestabilan pasar pangan nasional.