Bappenas Dorong Perkuatan Kerja Sama Indonesia dengan Negara‑Negara Amerika Tengah
Bappenas Dorong Perkuatan Kerja Sama Indonesia dengan Negara‑Negara Amerika Tengah

Bappenas Dorong Perkuatan Kerja Sama Indonesia dengan Negara‑Negara Amerika Tengah

Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan negara‑negara di Amerika Tengah. Dalam pernyataannya, ia menyoroti pentingnya diversifikasi mitra dagang serta pemanfaatan potensi bersama dalam bidang ekonomi, energi, dan teknologi.

Pertemuan bilateral yang dilaksanakan secara virtual menyatukan delegasi Indonesia dengan perwakilan enam negara Amerika Tengah, yaitu Guatemala, Honduras, El Salvador, Nicaragua, Kosta Rika, dan Panama. Kedua belah pihak sepakat untuk menyiapkan kerangka kerja sama yang mencakup perdagangan, investasi, serta proyek‑proyek strategis lintas sektor.

Fokus utama kerja sama mencakup beberapa bidang kunci, antara lain:

  • Perdagangan barang dan jasa, khususnya komoditas pertanian, produk manufaktur, dan barang teknologi.
  • Investasi di sektor energi terbarukan, termasuk tenaga surya dan bioenergi.
  • Pengembangan ekonomi digital, seperti e‑commerce, fintech, dan inovasi startup.
  • Pariwisata berkelanjutan serta pertukaran budaya.
  • Pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
  • Agrikultur modern, termasuk teknologi irigasi dan peningkatan nilai tambah produk pertanian.

Untuk memberikan gambaran target yang diharapkan, Bappenas menyusun proyeksi dalam tabel berikut:

Sektor Target Investasi (USD Miliar) Target Perdagangan (USD Miliar)
Energi Terbarukan 0.8 1.2
Ekonomi Digital 0.5 0.9
Agrikultur 0.3 0.7
Pariwisata 0.2 0.5

Dengan target tersebut, Bappenas berharap nilai perdagangan bilateral dapat meningkat hingga 30 % dalam lima tahun ke depan, sementara investasi bersama dapat mencapai total sekitar 1,8 miliar dolar AS pada akhir 2025.

Langkah selanjutnya meliputi pembentukan kelompok kerja gabungan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada pertemuan tatap muka yang direncanakan pada kuartal ketiga 2024, serta pelaksanaan studi kelayakan untuk proyek‑proyek prioritas. Rachmat Pambudy menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas South‑South serta kontribusi Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan global.