Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco menggelar acara khusus untuk memperkenalkan tempe, produk kedelai fermentasi khas Indonesia, kepada komunitas kuliner setempat. Acara yang berlangsung pada tanggal yang belum dipublikasikan melibatkan sekitar 140 peserta, termasuk koki profesional, food blogger, mahasiswa, serta perwakilan restoran lokal.
Acara dimulai dengan sambutan Kepala KJRI yang menekankan pentingnya kuliner sebagai jembatan budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat. Selanjutnya, para chef Indonesia memperagakan proses pembuatan tempe mulai dari perendaman kedelai, pengukusan, penambahan ragi, hingga fermentasi selama 48 jam. Demonstrasi tersebut diikuti dengan sesi mencicipi berbagai varian tempe, antara tempe tradisional, tempe bacem, serta tempe goreng dengan bumbu khas Barat.
- Pengenalan sejarah tempe dan peranannya dalam diet masyarakat Indonesia.
- Penjelasan nilai gizi tinggi, termasuk protein, serat, dan vitamin B kompleks.
- Workshop pembuatan tempe mini yang dipandu oleh chef asal Yogyakarta.
- Diskusi interaktif tentang peluang bisnis tempe di pasar Amerika.
Para peserta menyatakan antusiasme tinggi terhadap rasa unik dan tekstur tempe. Beberapa food blogger mencatat bahwa tempe dapat menjadi alternatif protein nabati yang ramah lingkungan dan cocok dipadukan dengan masakan Barat. Kepala KJRI menutup acara dengan harapan terjalinnya kerjasama lebih lanjut antara pelaku industri makanan Indonesia dan mitra di San Francisco untuk memperluas pasar ekspor tempe.




