Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menekankan pentingnya peran perempuan dalam proses pembangunan Indonesia. Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat kebijakan, melainkan juga mitra strategis yang dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan.
Data Bappenas menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam tenaga kerja nasional masih berada di bawah 50 persen, sementara sektor‑sektor kunci seperti teknologi, infrastruktur, dan energi masih didominasi laki‑laki. Untuk menutup kesenjangan ini, pemerintah merencanakan serangkaian langkah, antara lain:
- Meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan vokasi khusus bagi perempuan, terutama di daerah terpencil.
- Mendorong pemberdayaan ekonomi melalui program kredit mikro dan pendampingan usaha bagi perempuan wirausahawan.
- Memperkuat kebijakan keseimbangan kerja‑keluarga, termasuk cuti melahirkan yang lebih fleksibel dan fasilitas penitipan anak di tempat kerja.
- Menetapkan target kuota minimal 30 persen perempuan dalam posisi kepemimpinan di lembaga publik dan proyek pembangunan nasional.
Target jangka menengah 2025 mencakup peningkatan angka partisipasi perempuan dalam angkatan kerja menjadi 55 persen serta peningkatan kontribusi perempuan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10 persen. Pemerintah berharap bahwa dengan memperkuat peran perempuan, kualitas pembangunan akan menjadi lebih inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan demografis serta perubahan iklim.
Selain itu, Bappenas menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lokal. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan pemberdayaan perempuan secara menyeluruh.
Dengan menempatkan perempuan sebagai mitra utama dalam agenda pembangunan, Bappenas berupaya menegaskan komitmen Indonesia terhadap kesetaraan gender serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang menekankan inklusi sosial dan ekonomi.




