Frankenstein45.Com – 16 April 2026 | Parlemen menilai langkah reaktivasi 2 juta peserta PBI BPJS Kesehatan sebagai situasi yang menyedihkan, mengingat besarnya angka yang harus kembali diaktifkan.
Program PBI (Program Bantuan Iuran) memberikan perlindungan kesehatan gratis bagi warga tidak mampu. Pada akhir 2023, sekitar 24 juta peserta terdaftar, namun lebih dari 2 juta di antaranya mengalami pemutusan karena tidak membayar iuran atau tidak memenuhi kriteria.
DPR menyoroti bahwa proses reaktivasi yang lambat menimbulkan beban tambahan pada sistem kesehatan dan menurunkan kepercayaan publik. Anggota Komisi IX DPR menyatakan, “Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, karena setiap penutupan hak layanan kesehatan dapat memperparah ketimpangan.”
Kementerian Sosial menegaskan bahwa pemerintah akan menanggung biaya perawatan bagi peserta yang sedang dalam proses reaktivasi, sehingga tidak ada terputusnya layanan medis selama masa transisi.
- Jumlah peserta PBI yang direaktivasi: 2.000.000 orang.
- Estimasi biaya tambahan bagi pemerintah: Rp X triliun (perkiraan).
- Target penyelesaian reaktivasi: akhir kuartal ke‑4 2024.
Berbagai faktor menjadi penyebab tingginya angka reaktivasi, antara lain:
- Keterlambatan verifikasi data ekonomi keluarga.
- Kurangnya sosialisasi mengenai prosedur reaktivasi.
- Kesulitan akses internet di daerah terpencil.
Pemerintah berencana memperkuat mekanisme verifikasi dengan mengintegrasikan data kependudukan dan data bantuan sosial, serta meningkatkan layanan bantuan melalui pos dan kantor kelurahan.
Pengamat kebijakan kesehatan menilai bahwa meskipun langkah reaktivasi penting, diperlukan kebijakan jangka panjang yang meningkatkan pendapatan rumah tangga dan memperluas cakupan asuransi mandiri, sehingga ketergantungan pada program bantuan dapat berkurang.




