Baznas Gandeng Swasta Dirikan 10 Titik Sanitasi Layak di Tiga Provinsi
Baznas Gandeng Swasta Dirikan 10 Titik Sanitasi Layak di Tiga Provinsi

Baznas Gandeng Swasta Dirikan 10 Titik Sanitasi Layak di Tiga Provinsi

Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) meluncurkan program pembangunan sepuluh titik sanitasi layak yang tersebar di tiga provinsi di Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan standar kebersihan dan kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang belum memiliki fasilitas sanitasi memadai.

Kerja sama ini didukung oleh dana zakat, infaq, dan sedekah yang dialokasikan khusus untuk proyek infrastruktur sanitasi. Henan Asset menyediakan keahlian teknis serta manajemen proyek, sementara Baznas berperan dalam identifikasi lokasi dan mobilisasi penerima manfaat.

Berikut adalah distribusi titik sanitasi yang direncanakan:

  • Provinsi Jawa Barat: 4 titik sanitasi meliputi dua unit toilet umum di pasar tradisional, satu unit fasilitas cuci tangan di sekolah menengah, dan satu unit WC ramah difabel di balai desa.
  • Provinsi Sumatera Barat: 3 titik sanitasi yang mencakup tiga unit toilet umum di area permukiman padat penduduk.
  • Provinsi Sulawesi Selatan: 3 titik sanitasi yang terdiri dari dua unit toilet umum di pelabuhan perikanan dan satu unit fasilitas cuci tangan di pusat kesehatan masyarakat.

Setiap titik sanitasi dilengkapi dengan sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, termasuk pemisahan zat organik untuk kompos dan penggunaan bahan bangunan yang tahan lama. Selain itu, program pelatihan hygiene dan pemeliharaan fasilitas juga diberikan kepada pengurus setempat agar keberlanjutan operasional terjaga.

Manfaat yang diharapkan meliputi penurunan kasus penyakit menular yang berhubungan dengan sanitasi buruk, peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan, serta peningkatan kualitas hidup terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Baznas menargetkan penyelesaian seluruh titik sanitasi dalam kurun waktu enam bulan sejak dimulainya proyek, dengan rencana evaluasi dan monitoring berkala untuk memastikan standar kualitas tetap terpenuhi. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi contoh bagi inisiatif serupa di wilayah lain, serta memperkuat sinergi antara lembaga zakat dan sektor swasta dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.