Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, menyampaikan usulan agar pihak terkait melakukan kajian mendalam terkait kondisi lalu lintas dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) sebelum menerapkan Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said. Menurut Wu, langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa kebijakan CFD tidak menimbulkan kemacetan baru atau mengganggu mata pencaharian pedagang yang telah lama beroperasi di area tersebut.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus kajian meliputi:
- Analisis volume kendaraan pada jam sibuk dan dampak penutupan jalan terhadap rute alternatif.
- Identifikasi titik-titik rawan kemacetan yang berpotensi muncul setelah pelaksanaan CFD.
- Pemetaan lokasi PKL, jenis usaha, serta estimasi pendapatan harian mereka.
- Rencana penataan kembali PKL, baik melalui relokasi, integrasi dalam area khusus, atau program bantuan usaha.
Kevin Wu menambahkan bahwa evaluasi tersebut harus melibatkan data real‑time dari Dinas Perhubungan, Dinas Penataan Ruang, serta perwakilan komunitas PKL. Hasil kajian diharapkan menjadi dasar pembuatan regulasi yang seimbang antara tujuan lingkungan, mobilitas warga, dan kesejahteraan pedagang.
Jika usulan ini diterima, proses kajian diperkirakan memakan waktu tiga sampai enam bulan, dengan tahapan:
- Pengumpulan data lalu lintas dan survei lapangan.
- Penyusunan model simulasi dampak penutupan jalan.
- Dialog publik dengan pemilik PKL dan warga sekitar.
- Penyusunan rekomendasi kebijakan dan rencana implementasi CFD.
Pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memberikan respons resmi, namun menyatakan akan meninjau semua usulan kebijakan yang berkaitan dengan penataan ruang publik. Sementara itu, komunitas PKL menunggu kepastian mengenai hak mereka, mengingat sebagian besar bergantung pada pendapatan harian dari kegiatan di sepanjang Rasuna Said.
Jika kajian menunjukkan bahwa CFD dapat dilaksanakan tanpa mengganggu arus lalu lintas dan tetap memberikan solusi bagi PKL, kebijakan tersebut berpotensi menjadi contoh bagi wilayah lain di ibu kota yang juga ingin mengurangi emisi kendaraan dan meningkatkan kualitas udara.




