Frankenstein45.Com – 22 Mei 2026 | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tegal dan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar peluncuran resmi Balai Ternak di Kabupaten Tegal. Acara yang berlangsung pada tanggal 15 April 2024 ini bertujuan memperkuat kesejahteraan ekonomi peternak mustahik, yaitu peternak yang berada dalam kelompok penerima zakat, infaq, dan shadaqah.
Balai Ternak yang dibangun seluas 1.200 meter persegi ini dilengkapi dengan fasilitas modern, antara lain ruang perawatan ternak, laboratorium kesehatan hewan, serta area pelatihan keterampilan manajemen peternakan. Seluruh fasilitas dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan ternak, sekaligus mengurangi biaya operasional peternak.
Dalam sambutannya, Kepala Baznas RI menekankan pentingnya sinergi antara lembaga zakat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam menciptakan program berkelanjutan yang dapat mengangkat taraf hidup mustahik. Ia menambahkan bahwa pendanaan awal Balai Ternak berasal dari dana zakat produktif dan kontribusi pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Tegal menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi Kabupaten Tegal menjadi pusat agribisnis yang mandiri. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tegal menambahkan bahwa melalui pelatihan teknis dan penyuluhan, peternak akan mendapatkan pengetahuan tentang pemilihan bibit unggul, pakan ternak yang efisien, serta teknik pemasaran produk ternak.
UIN Walisongo Semarang akan memberikan dukungan akademis berupa penelitian bersama, pengembangan kurikulum peternakan berbasis zakat, serta penyediaan tenaga ahli untuk kegiatan pembinaan. Mahasiswa dan dosen UIN terlibat dalam program magang di Balai Ternak, memberikan kontribusi pada kegiatan operasional harian.
Berikut adalah beberapa manfaat utama yang diharapkan dari peluncuran Balai Ternak:
- Peningkatan produktivitas ternak melalui akses ke fasilitas kesehatan hewan yang memadai.
- Pengurangan biaya produksi peternak dengan penyediaan pakan dan bibit ternak berkualitas.
- Peningkatan pengetahuan peternak melalui pelatihan reguler tentang manajemen peternakan modern.
- Peluang pemasaran yang lebih luas melalui jaringan distribusi yang dibangun bersama pemerintah dan lembaga zakat.
- Peningkatan kesejahteraan ekonomi mustahik, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial.
Program Balai Ternak direncanakan akan beroperasi secara penuh pada kuartal pertama 2025, dengan target melayani lebih dari 500 peternak mustahik di Kabupaten Tegal. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur dampak ekonomi dan sosial, serta menyesuaikan program sesuai kebutuhan lapangan.
Peluncuran ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi zakat produktif untuk pemberdayaan ekonomi sektoral, khususnya di bidang peternakan.




