Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB

Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB

Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Buah memang terkenal sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi kesehatan tubuh. Namun, di balik manfaatnya, terdapat kandungan gula alami berupa fruktosa yang sering menimbulkan pertanyaan: apakah fruktosa dalam buah dapat memicu peningkatan kadar asam urat?

Penjelasan dari Ahli Gizi IPB

Profesor Dr. Ir. Siti Nurul Aini, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, menjelaskan bahwa tidak semua fruktosa bersifat sama. Fruktosa yang terdapat dalam buah-buahan umumnya hadir dalam bentuk yang lebih kompleks bersama serat, air, dan antioksidan. Kombinasi ini memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga dampaknya pada metabolisme purin dan produksi asam urat jauh lebih ringan dibandingkan fruktosa yang berasal dari pemanis buatan atau minuman bersoda.

Bagaimana Fruktosa Mempengaruhi Asam Urat?

Proses pembentukan asam urat dalam tubuh dimulai dari pemecahan purin, zat yang banyak ditemukan pada daging merah, makanan laut, dan beberapa jenis kacang. Fruktosa dapat meningkatkan produksi asam urat melalui dua mekanisme utama:

  • Peningkatan produksi uric acid: Konsumsi fruktosa dalam jumlah besar dapat merangsang jalur metabolik yang menghasilkan uric acid sebagai produk sampingan.
  • Pengurangan ekskresi uric acid: Fruktosa berlebih dapat mengganggu fungsi ginjal dalam mengeluarkan asam urat, sehingga kadar dalam darah naik.

Namun, Profesor Aini menekankan bahwa efek ini signifikan hanya bila asupan fruktosa sangat tinggi dan terus-menerus, seperti pada diet tinggi pemanis tambahan atau minuman manis. Buah-buahan, yang mengandung fruktosa bersama serat dan air, tidak menimbulkan lonjakan tajam pada kadar asam urat.

Data Konsumsi Fruktosa

Jenis Makanan/Minuman Kandungan Fruktosa (g per 100 g)
Apel 5,9
Anggur 7,5
Jus jeruk (tanpa tambahan gula) 4,2
Soda manis ≈10‑12 (dengan pemanis buatan)

Dari tabel di atas terlihat bahwa buah-buahan mengandung fruktosa dalam kisaran moderat, sementara minuman bersoda mengandung fruktosa atau pemanis berbasis fruktosa dalam jumlah jauh lebih tinggi.

Rekomendasi Konsumsi untuk Penderita Asam Urat

  1. Prioritaskan buah segar berwarna cerah seperti apel, pir, stroberi, dan beri lain yang kaya serat.
  2. Batasi konsumsi jus buah tanpa serat atau minuman bersoda yang mengandung pemanis tinggi.
  3. Perhatikan porsi: satu sampai dua porsi buah per hari umumnya aman bagi kebanyakan orang.
  4. Kombinasikan buah dengan protein atau lemak sehat (misalnya yoghurt, kacang) untuk memperlambat penyerapan gula.
  5. Jika sudah memiliki riwayat hiperurisemia, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk menyesuaikan asupan buah.

Kesimpulannya, fruktosa dalam buah tidak secara otomatis memicu asam urat. Risiko meningkat hanya bila fruktosa dikonsumsi secara berlebihan dan terutama dalam bentuk pemanis tambahan. Buah tetap menjadi pilihan makanan bergizi asalkan dimakan dalam porsi wajar dan dipadukan dengan pola makan seimbang.