Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, telah mengumumkan percepatan pelaksanaan reforma agraria sebagai upaya strategis untuk mewujudkan pemerataan penguasaan tanah serta meningkatkan kesejahteraan penduduk.
Rapat Koordinasi yang digelar pada akhir pekan lalu menegaskan beberapa langkah utama, antara lain:
- Identifikasi dan verifikasi tanah yang layak dialokasikan kembali kepada petani kecil dan komunitas adat.
- Penyusunan paket bantuan berupa bantuan teknis, pendampingan legal, dan akses ke kredit pertanian.
- Pembentukan tim khusus di setiap kecamatan untuk memantau proses redistribusi dan menyelesaikan sengketa lahan secara cepat.
- Penguatan regulasi daerah yang mendukung kepemilikan tanah berkelanjutan.
Target jangka pendek mencakup penyelesaian 1.200 hektar tanah produktif dalam enam bulan ke depan, dengan harapan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di wilayah pedesaan sebesar 5 %.
Selain meningkatkan kepemilikan tanah, pemerintah daerah juga berencana mengintegrasikan program agrikultur modern, seperti pelatihan penggunaan pupuk organik, teknik irigasi hemat air, dan diversifikasi tanaman, guna meningkatkan produktivitas lahan yang baru dialokasikan.
Para pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan daerah, organisasi petani, dan LSM lingkungan, diharapkan berkolaborasi dalam pelaksanaan program ini untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Jika berhasil, percepatan reforma agraria di Bengkayang dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Kalimantan Barat dalam upaya menciptakan keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.




