Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, meluncurkan program inseminasi buatan (IB) kerbau sebagai upaya jangka panjang untuk mengatasi penurunan populasi ternak tersebut.
Kerbau lokal mengalami penurunan angka reproduksi akibat faktor usia, penyakit, dan kurangnya pejantan berkualitas. Tanpa intervensi, risiko kepunahan semakin tinggi, mengancam mata pencaharian peternak serta keseimbangan ekosistem pertanian di wilayah ini.
Program IB yang diusulkan mencakup beberapa tahapan utama:
- Pemilihan pejantan unggulan berdasarkan genetik, kesehatan, dan produktivitas.
- Pengambilan dan penyimpanan sperma menggunakan teknologi beku yang telah terstandarisasi.
- Penerapan prosedur inseminasi pada betina kerbau di peternakan pemerintah dan swasta.
- Monitoring dan pencatatan hasil kelahiran untuk evaluasi efektivitas program.
Pihak Kabupaten bekerja sama dengan Dinas Peternakan, lembaga penelitian ternak, serta peternak lokal. Tim teknis memberikan pelatihan kepada peternak tentang prosedur inseminasi, perawatan pasca inseminasi, dan manajemen reproduksi.
Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan angka kelahiran, perbaikan kualitas genetik, serta stabilisasi pasokan daging dan susu kerbau. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan peternak dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan langkah ini, Pemkab Dharmasraya berharap dapat melestarikan warisan ternak kerbau sekaligus memberikan solusi berkelanjutan bagi komunitas peternak.




