Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Dalam sebuah acara di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berakhir dengan evakuasi mendadak, Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan komitmennya untuk terus mendengarkan keluhan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa tugas utama pejabat publik adalah menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi warga.
Saat berbicara di depan para mahasiswa dan akademisi, Nusron menyoroti pentingnya dialog terbuka dalam menangani isu-isu pertanahan yang kerap menjadi sumber ketegangan. Ia menambahkan bahwa setiap masukan, baik berupa kritik maupun saran, akan dijadikan bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif.
Evakuasi yang terjadi di lokasi acara dikabarkan disebabkan oleh alasan keamanan, namun tidak mengurangi semangat Nusron untuk menyampaikan pesan bahwa pemerintah tidak boleh menutup telinga terhadap suara rakyat. Ia mengingatkan bahwa tantangan sektor agraria, seperti sengketa lahan, sertifikasi, dan penataan ruang, memerlukan partisipasi aktif semua pihak.
Setelah evakuasi, Nusron menegaskan bahwa tim ATR/BPN akan memperkuat mekanisme pengaduan dan memperluas jaringan layanan publik, termasuk melalui media digital dan kantor-kantor perwakilan di daerah. Ia berharap langkah ini dapat mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya petani dan pemilik hak atas tanah.
Para hadirin menyambut baik pernyataan tersebut dan menuntut agar janji-janji yang diutarakan dapat segera diwujudkan melalui kebijakan konkret. Diskusi lanjutan diharapkan dapat memperdalam pemahaman bersama tentang solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan agraria di Indonesia.




