Berdampak ke Masyarakat, Program Banyuwangi Hijau Ubah Kawasan Pembuangan Sampah Jadi Lebih Bersih
Berdampak ke Masyarakat, Program Banyuwangi Hijau Ubah Kawasan Pembuangan Sampah Jadi Lebih Bersih

Berdampak ke Masyarakat, Program Banyuwangi Hijau Ubah Kawasan Pembuangan Sampah Jadi Lebih Bersih

Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Program Banyuwangi Hijau yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperluas dampaknya bagi masyarakat setempat. Hingga kini, inisiatif pengelolaan sampah ini telah menjangkau 73 desa dan melibatkan lebih dari 500.000 penduduk.

Fokus utama program adalah mengubah kawasan pembuangan sampah (KPS) tradisional menjadi tempat pengolahan yang ramah lingkungan melalui penerapan sistem Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dan Ramah Lingkungan (TPS3R). Salah satu contoh keberhasilan adalah TPS3R Balak Songgon yang berhasil mengolah 15.304 ton sampah sejak beroperasi.

  • Jangkauan desa: 73 desa di seluruh kabupaten
  • Jumlah warga yang terlibat: sekitar 500.000 orang
  • Volume sampah yang diolah (Balak Songgon): 15.304 ton

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari partisipasi aktif warga yang telah dibekali dengan pelatihan pemilahan sampah, penggunaan komposter rumah tangga, serta program edukasi lingkungan di sekolah. Selain itu, pemerintah daerah menyediakan sarana dan prasarana pendukung, seperti kendaraan pengangkut sampah berbasis listrik dan fasilitas daur ulang.

Manfaat yang dirasakan masyarakat meliputi berkurangnya bau tidak sedap, penurunan jumlah sampah yang dibuang sembarangan, serta terciptanya peluang ekonomi baru melalui penjualan produk daur ulang. Dengan lingkungan yang lebih bersih, kualitas hidup warga pun meningkat, terutama di wilayah-wilayah yang sebelumnya terganggu oleh sampah terbuka.

Ke depan, program ini direncanakan untuk memperluas jaringan TPS3R ke desa‑desa yang belum terjangkau dan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah hingga mencapai target nasional pengurangan timbulan sampah rumah tangga. Pemerintah juga menargetkan peningkatan partisipasi warga menjadi 80 % melalui program insentif dan kampanye digital.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan Banyuwangi dapat menjadi contoh sukses pengelolaan sampah yang berkelanjutan bagi daerah lain di Indonesia.