Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Keluarga korban pembajakan kapal tanker Honour 25 yang terjadi di perairan lepas pantai Somalia menuntut agar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, segera menanggapi kasus tersebut. Kapal tersebut berlayar membawa 17 orang kru ketika pada 24 April 2024 diserang oleh kelompok perompak Somali.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh keluarga korban:
- Permohonan agar pemerintah mengirim delegasi diplomatik ke Somalia untuk mempercepat proses negosiasi.
- Penuntutan tegas terhadap para perompak yang terlibat, termasuk kerja sama dengan otoritas internasional.
- Penyediaan bantuan konsular dan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.
- Pengawasan lebih ketat terhadap rute pelayaran Indonesia di wilayah rawan pembajakan.
Pihak keluarga menambahkan bahwa mereka telah menghubungi kantor kepresidenan melalui berbagai saluran, namun belum mendapat respons yang memuaskan. Mereka menekankan bahwa keterlambatan penanganan dapat memperburuk situasi, mengingat kondisi kesehatan dan keselamatan kru yang masih berada di laut.
Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk melindungi warganya di luar negeri, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga maritim internasional. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai langkah konkret yang akan diambil terkait insiden Honour 25.
Kasus ini menambah panjang daftar insiden pembajakan yang terjadi di perairan Somalia, sebuah wilayah yang selama ini dikenal sebagai zona risiko tinggi bagi kapal dagang. Menurut data Badan Keamanan Maritim Internasional, sejak awal tahun 2024 terdapat lebih dari 30 serangan pembajakan di wilayah tersebut.
Keluarga korban berharap agar permintaan mereka mendapat perhatian serius, sehingga para kru yang masih ditahan dapat segera kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan sehat.




