Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Sekretariat Pengembangan Pendidikan Guru (SPPG) untuk memprioritaskan penggunaan produk lokal, khususnya telur, dalam pelaksanaan Program Merdeka Belajar Guru (MBG). Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak dalam negeri serta menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.
Beberapa pertimbangan utama meliputi:
- Penguatan ekonomi peternak lokal melalui peningkatan permintaan produk telur.
- Pengurangan ketergantungan pada impor yang dapat menimbulkan fluktuasi harga.
- Peningkatan nilai gizi makanan yang disajikan dalam kegiatan MBG, mengingat telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, BGN menyiapkan serangkaian instruksi bagi SPPG, antara lain:
- Menetapkan minimal 30 % anggaran belanja makanan MBG untuk produk lokal, dengan prioritas pada telur ayam kampung.
- Mengadakan audit reguler terhadap pemasok guna memastikan kepatuhan pada standar produk lokal.
- Menyediakan pelatihan teknis bagi peternak telur tentang peningkatan produksi dan kualitas.
- Menyesuaikan kurikulum MBG dengan modul gizi yang menekankan peran telur dalam pola makan seimbang.
Diharapkan kebijakan ini dapat memperkuat rantai pasok makanan domestik, meningkatkan pendapatan peternak, dan sekaligus meningkatkan status gizi anak-anak serta guru yang terlibat dalam program MBG.




