Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | NasDem menegaskan kembali komitmen kedaulatan partainya setelah muncul pernyataan dari Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh, yang menolak partainya diambil atau digabungkan dengan partai lain. Pernyataan tersebut muncul di tengah spekulasi politik menjelang pemilihan umum 2024, khususnya terkait potensi aliansi dengan Prabowo Subianto.
Surya Paloh menyatakan, “Tidak rela partainya diambil orang,” menegaskan pentingnya menjaga identitas dan kebijakan NasDem secara independen. Ia menolak segala bentuk penggabungan partai yang dapat menghilangkan karakteristik dan agenda politik NasDem.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum NasDem, Fauzi Amro, menegaskan bahwa partai tidak akan melakukan penggabungan dengan partai lain dan menolak segala bentuk kerja sama politik yang dapat mengorbankan kedaulatan partai. Fauzi menambahkan bahwa NasDem tetap terbuka pada dialog politik, namun tidak akan mengorbankan prinsip dasar partainya.
Dalam konteks politik nasional, spekulasi mengenai kerja sama antara NasDem dan Koalisi Pemerintahan Prabowo terus beredar. Namun, pernyataan resmi NasDem menegaskan posisi tegasnya: tidak ada rencana penggabungan partai dan tidak ada niat membuka kerja sama politik dengan Prabowo pada saat ini.
- Surya Paloh menegaskan tidak rela partainya diambil orang.
- Fauzi Amro menolak penggabungan partai dan kerja sama politik dengan Prabowo.
- NasDem tetap menjaga kedaulatan dan identitas partainya.
Langkah ini dipandang sebagai upaya mempertahankan basis pemilih NasDem serta menghindari potensi konflik internal yang dapat timbul akibat aliansi yang tidak sejalan dengan visi partai. Pengamat politik menilai bahwa sikap tegas NasDem dapat memperkuat posisinya sebagai partai tengah yang mandiri, meski tekanan untuk bergabung dalam koalisi besar semakin kuat menjelang pemilu.




