Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa total cadangan devisa (cadev) pada akhir April 2026 mencapai US$146,2 miliar, menandakan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang relatif stabil, dengan kurs spot berada di kisaran Rp15.300 per dolar selama beberapa minggu terakhir.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi perubahan cadev antara lain:
- Pengurangan likuiditas asing akibat pelunasan utang luar negeri yang jatuh tempo pada kuartal pertama 2026.
- Arus keluar bersih pada portofolio investasi asing karena penyesuaian posisi pada pasar saham dan obligasi.
- Intervensi pasar valuta asing yang dilakukan oleh BI untuk menjaga kestabilan nilai tukar, yang sebagian mengurangi cadangan.
Meski terjadi penurunan, BI menegaskan bahwa tingkat keamanan cadangan tetap kuat dan mencukupi untuk mendukung kebutuhan devisa negara serta menahan fluktuasi pasar.
Bank Indonesia juga menyampaikan bahwa kebijakan moneter tetap mengedepankan stabilitas harga dan nilai tukar, dengan harapan bahwa kondisi eksternal yang masih bergejolak tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi domestik secara signifikan.




