BI: Konflik Timur Tengah Turunkan Aliran Modal ke Negara Berkembang
BI: Konflik Timur Tengah Turunkan Aliran Modal ke Negara Berkembang

BI: Konflik Timur Tengah Turunkan Aliran Modal ke Negara Berkembang

Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Bank Indonesia (BI) mengingatkan bahwa ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah menurunkan aliran modal ke negara‑negara berkembang, termasuk Indonesia. Investor global kini lebih memilih aset yang dianggap aman, sehingga dana yang biasanya mengalir ke pasar emerging menjadi terhambat.

Beberapa faktor utama yang menyebabkan pergeseran tersebut antara lain:

  • Ketidakpastian geopolitik meningkatkan persepsi risiko.
  • Fluktuasi harga minyak yang dipicu oleh konflik memperburuk ekspektasi pertumbuhan.
  • Kenaikan suku bunga di negara maju menarik kembali dana yang sebelumnya ditempatkan di pasar berkembang.

Akibatnya, nilai tukar rupiah mengalami tekanan, pasar obligasi pemerintah mendapat tekanan likuiditas, dan sektor‑sektor yang sangat bergantung pada pembiayaan eksternal, seperti infrastruktur dan energi, menghadapi kenaikan biaya modal.

BI menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap berorientasi pada stabilitas harga dan nilai tukar. Bank sentral akan memantau pergerakan aliran modal secara intensif serta menyiapkan instrumen likuiditas tambahan bila diperlukan.

Dalam jangka menengah, BI memperkirakan aliran modal dapat kembali stabil setelah situasi geopolitik mereda dan kebijakan suku bunga di negara maju mulai melonggarkan. Namun, bank sentral mengingatkan bahwa volatilitas eksternal tetap menjadi risiko utama bagi perekonomian Indonesia.