BI Petakan Klaster Wisata untuk Dukung Pemerataan Ekonomi di Bali
BI Petakan Klaster Wisata untuk Dukung Pemerataan Ekonomi di Bali

BI Petakan Klaster Wisata untuk Dukung Pemerataan Ekonomi di Bali

Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Bank Indonesia (BI) melalui kantor perwakilannya di Provinsi Bali melakukan pemetaan menyeluruh terhadap klaster wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara optimal. Inisiatif ini bertujuan memperkuat distribusi pendapatan wisata ke wilayah-wilayah yang belum terlalu terdampak arus turis, sehingga tercipta pemerataan ekonomi di seluruh pulau.

Tim analis BI mengumpulkan data lapangan, mengkaji tingkat kunjungan, infrastruktur pendukung, serta kemampuan penyedia layanan lokal. Hasil pemetaan mengidentifikasi enam zona utama, antara lain kawasan budaya Ubud, pantai selatan Kuta‑Legian, area selatan Jimbaran‑Kuta, kawasan timur Nusa Penida, wilayah barat Tabanan, serta zona selatan Sanur‑Mertasari.

Daftar Klaster Wisata Terpilih

  • Ubud – fokus pada wisata budaya dan ekowisata.
  • Kuta‑Legian – memperkuat segmen hiburan malam dan belanja.
  • Jimbaran‑Kuta – mengoptimalkan wisata kuliner laut dan resort.
  • Nusa Penida – mengembangkan ekowisata pulau kecil dengan akses transportasi terkelola.
  • Tabanan – mempromosikan agritourism dan kerajinan tradisional.
  • Sanur‑Mertasari – menonjolkan wisata keluarga dan kegiatan olahraga air.

BI menyiapkan skema pembiayaan khusus bagi pelaku usaha di tiap klaster, termasuk kredit mikro, subsidi bunga, dan pelatihan manajemen keuangan. Selain itu, bank sentral akan memantau indikator pertumbuhan ekonomi daerah, seperti peningkatan pendapatan per kapita, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Proyeksi Dampak Ekonomi

Klaster Target Peningkatan Pendapatan (juta Rp) Lapangan Kerja Baru (karyawan)
Ubud 1.200 350
Kuta‑Legian 1.500 420
Jimbaran‑Kuta 1.100 310
Nusa Penida 800 200
Tabanan 600 150
Sanur‑Mertasari 900 260

Dengan pendekatan terintegrasi ini, diharapkan kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi Bali menjadi lebih merata, mengurangi ketergantungan pada area pusat, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.