Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa peningkatan kepemilikan sekuritas negara oleh investor non‑residen memberikan dorongan positif bagi nilai tukar rupiah.
Dalam pertemuan bulanan bank sentral pada tanggal … Perry menegaskan bahwa data terbaru menunjukkan kenaikan signifikan pada kepemilikan Surat Berharga Negara Indonesia (SRBI) oleh pihak luar negeri.
| Periode | Kepemilikan Non‑residen SRBI |
|---|---|
| Q4 2023 | 4,2 % |
| Q1 2024 | 5,5 % |
Naiknya persentase tersebut mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap stabilitas ekonomi Indonesia serta prospek kebijakan moneter yang mendukung. Perry menambahkan bahwa aliran masuk dana asing melalui SRBI memperluas basis likuiditas pasar obligasi domestik, yang pada gilirannya membantu menurunkan tekanan depresiasi pada rupiah.
- Peningkatan likuiditas: Lebih banyak SRBI beredar di pasar internasional meningkatkan volume perdagangan dan menurunkan spread yield.
- Dukungan nilai tukar: Aliran modal masuk memperkuat cadangan devisa dan memberi ruang bagi BI untuk menyesuaikan suku bunga tanpa mengorbankan stabilitas rupiah.
- Signal kepercayaan: Investor asing melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang relatif aman dibandingkan wilayah lain di Asia Tenggara.
Perry juga menegaskan bahwa kebijakan BI tetap berfokus pada menjaga inflasi pada target yang telah ditetapkan, sambil memastikan bahwa pasar obligasi tetap menarik bagi investor luar negeri. Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui penerbitan SRBI jangka menengah dan panjang.
Penguatan rupiah yang dipicu oleh peningkatan kepemilikan SRBI non‑residen diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam negosiasi perdagangan internasional serta meningkatkan daya beli masyarakat secara umum.




