Bima Azriel Ungkap Workshop Mobile Legends di Balik Film 'Nobody Loves Kay'
Bima Azriel Ungkap Workshop Mobile Legends di Balik Film 'Nobody Loves Kay'

Bima Azriel Ungkap Workshop Mobile Legends di Balik Film ‘Nobody Loves Kay’

Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Aktor muda Bima Azriel baru-baru ini berbagi pengalaman tak biasa yang ia dapatkan selama proses pembuatan film drama romantis “Nobody Loves Kay“. Dalam sebuah wawancara, Bima mengungkap bahwa tim produksi mengadakan sebuah workshop khusus yang mengangkat permainan daring Mobile Legends sebagai sumber inspirasi visual dan naratif.

Workshop tersebut dirancang untuk menumbuhkan pemahaman lebih dalam tentang elemen-elemen e‑sport dan budaya gaming yang kini semakin melekat pada kehidupan anak muda. Berikut beberapa poin utama yang dibahas dalam sesi tersebut:

  • Pengenalan Karakter: Anggota tim menelaah hero‑hero Mobile Legends untuk menemukan sifat‑sifat yang dapat diadaptasi menjadi karakter film, seperti keberanian, konflik internal, dan dinamika tim.
  • Sinematografi Berbasis Game: Diskusi mengenai cara meniru sudut pandang kamera dalam game, termasuk penggunaan efek visual yang menonjolkan aksi cepat dan warna yang kuat.
  • Storytelling Interaktif: Mengadopsi alur cerita yang bersifat non‑linear, mirip dengan mode cerita dalam Mobile Legends, sehingga penonton dapat merasakan pengalaman yang lebih immersif.
  • Kolaborasi Antara Departemen: Tim produksi, penulis skenario, desainer kostum, dan bahkan pemain profesional Mobile Legends berkolaborasi untuk menciptakan adegan‑adegan yang terasa autentik bagi komunitas gamer.

Bima menjelaskan bahwa mengikuti workshop ini memberinya perspektif baru dalam memerankan tokoh utama, yang harus menyeimbangkan antara emosional drama dan energi kompetitif yang biasanya terlihat dalam arena Mobile Legends. Ia menambahkan, “Saya belajar banyak tentang bagaimana mengekspresikan ketegangan dan semangat tim melalui bahasa tubuh, hal yang sangat penting dalam game namun jarang dibahas di dunia film tradisional.”

Selain menambah dimensi kreatif pada film, workshop tersebut juga menjadi jembatan antara industri perfilman dan dunia e‑sport yang tengah berkembang pesat di Indonesia. Menurut tim produksi, kolaborasi semacam ini diharapkan dapat menarik penonton dari kalangan gamer sekaligus memperluas pasar film nasional.

Film “Nobody Loves Kay” dijadwalkan tayang pada akhir tahun ini, dan Bima berharap penonton akan merasakan keunikan pendekatan produksi ini. Ia menutup dengan harapan agar lebih banyak sinema Indonesia yang mengintegrasikan elemen gaming dalam proses kreatifnya.