Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat telah memasang sebuah kandang jebak di Kabupaten Agam untuk mengevakuasi seekor harimau Sumatera yang dilaporkan keluar dari habitat alaminya.
Kandang jebak tersebut dipasang di area yang strategis dekat permukiman warga, dengan tujuan meminimalisir konflik antara manusia dan satwa liar serta memastikan keselamatan kedua belah pihak.
Proses penangkapan dan evakuasi direncanakan dalam beberapa tahapan:
- Pemasangan kandang jebak yang dilengkapi sensor gerak dan umpan alami.
- Pengawasan 24 jam oleh tim BKSDA dan aparat keamanan setempat.
- Setelah harimau masuk ke dalam kandang, tim penangkap akan menenangkan hewan tersebut dengan prosedur standar.
- Harimau akan dipindahkan ke kawasan konservasi yang lebih aman, seperti Taman Nasional Kerinci Seblat atau Kawasan Suaka Margasatwa terdekat.
Petugas BKSDA menegaskan bahwa penangkapan ini bukan untuk perburuan, melainkan upaya konservasi untuk mengurangi potensi serangan pada penduduk serta melindungi populasi harimau yang terus menurun. Mereka juga menyampaikan bahwa harimau yang berhasil dievakuasi akan dipantau kesehatannya secara rutin.
Pemasangan kandang jebak ini merupakan bagian dari program BKSDA Sumatera Barat dalam rangka meningkatkan respons cepat terhadap konflik manusia-satwa liar dan memperkuat jaringan konservasi di provinsi tersebut.




