Agensi G-Dragon Minta Maaf atas Kontroversi Kaos Bertulisan Rasis
Agensi G-Dragon Minta Maaf atas Kontroversi Kaos Bertulisan Rasis

Agensi G-Dragon Minta Maaf atas Kontroversi Kaos Bertulisan Rasis

Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Galaxy Corporation, agensi yang mewakili penyanyi K-pop G-Dragon dari grup BIGBANG, menyampaikan permintaan maaf resmi kepada publik terkait munculnya kaos dengan tulisan yang dianggap rasis pada salah satu penampilan artis tersebut. Kaos tersebut menimbulkan kegaduhan di media sosial dan menuai kecaman luas karena mengandung istilah yang menyinggung kelompok etnis tertentu.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Senin, agensi menegaskan bahwa kaos tersebut bukanlah produk resmi maupun bagian dari koleksi resmi G-Dragon. Mereka menyebutkan bahwa pakaian tersebut berasal dari pihak ketiga dan tidak melalui proses persetujuan internal. Galaxy Corporation menambahkan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan internal dan akan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas produksi serta distribusi pakaian tersebut.

Berikut langkah-langkah yang akan diambil oleh agensi:

  • Menghentikan penjualan semua produk yang mengandung unsur rasis secara segera.
  • Melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh merchandise yang berafiliasi dengan G-Dragon.
  • Bekerja sama dengan lembaga hak asasi manusia untuk memastikan tidak ada pelanggaran serupa di masa mendatang.
  • Mengadakan pelatihan kesadaran budaya bagi tim kreatif dan pemasaran internal.

Reaksi publik pun beragam. Sebagian besar netizen menuntut pertanggungjawaban lebih tegas, sementara sebagian lain menyambut permintaan maaf tersebut sebagai langkah awal yang positif. Beberapa komentar menyoroti pentingnya selebriti dan agensi mereka untuk lebih berhati-hati dalam memilih simbol atau tulisan yang dapat menyinggung kelompok tertentu.

Kasus ini menambah daftar kontroversi serupa yang pernah melibatkan industri hiburan Korea Selatan, di mana sensitivitas budaya dan isu rasisme menjadi sorotan utama. Pengamat menilai bahwa insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan dampak sosial dari produk merchandisenya.