BMTR Luncurkan Obligasi & Sukuk Ijarah Berkelanjutan V Tahap II 2026: Perkiraan Kupon dan Jadwal Penawaran
BMTR Luncurkan Obligasi & Sukuk Ijarah Berkelanjutan V Tahap II 2026: Perkiraan Kupon dan Jadwal Penawaran

BMTR Luncurkan Obligasi & Sukuk Ijarah Berkelanjutan V Tahap II 2026: Perkiraan Kupon dan Jadwal Penawaran

Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | PT Global Mediacom Tbk (BMTR) kembali mengumumkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) untuk Obligasi dan Sukuk Ijarah Seri V Tahap II dengan jatuh tempo tahun 2026. Penawaran ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat struktur pendanaan jangka menengah serta mendukung proyek-proyek berkelanjutan.

Berikut rangkuman utama terkait perkiraan kupon dan jadwal penawaran yang dapat menjadi acuan bagi investor.

Perkiraan Kupon

  • Obligasi: kupon tetap diperkirakan berada di kisaran 6,5% – 7,0% per tahun, dibayarkan semi‑tahunan.
  • Sukuk Ijarah: kupon berbasis profit sharing diperkirakan setara dengan 5,8% – 6,3% per tahun, dengan pembayaran tahunan.

Jadwal Penawaran

Tahapan Tanggal Keterangan
Pembukaan Bookbuilding 1 – 7 Mei 2024 Pengumpulan indikasi minat investor
Penetapan Harga 8 Mei 2024 Penentuan kupon akhir dan alokasi
Penutupan Penawaran 9 Mei 2024 Finalisasi permohonan penerbitan
Listing di Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2024 Obligasi & Sukuk dapat diperdagangkan
Pembayaran Kupon Pertama 31 Desember 2024 Pembayaran kupon semi‑tahunan atau tahunan pertama

Investor institusional maupun ritel dapat berpartisipasi melalui penjamin emisi yang telah ditunjuk. Penawaran ini juga mengacu pada standar Green Bond dan sukuk berkelanjutan, sehingga dana yang terkumpul diharapkan dialokasikan untuk proyek-proyek yang meningkatkan efisiensi energi, pengembangan infrastruktur digital, serta program sosial yang selaras dengan agenda ESG.

Dengan jangka waktu hingga 2026, obligasi dan sukuk ini memberikan opsi diversifikasi portofolio bagi investor yang mencari imbal hasil yang kompetitif sekaligus mendukung inisiatif keberlanjutan. Sebelum berinvestasi, calon pembeli disarankan meninjau prospektus resmi, menilai profil risiko, dan mempertimbangkan toleransi likuiditas serta horizon investasi masing‑masing.