Frankenstein45.Com – 15 April 2026 | Bad an Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menegaskan pentingnya peran Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) sebagai mitra strategis dalam memperluas jangkauan program pencegahan narkoba. Menurut pernyataan resmi BNN, kolaborasi dengan organisasi yang memiliki jaringan luas di kalangan keluarga militer dapat memperkuat upaya edukasi dan penyuluhan anti‑narkoba.
Kerjasama ini diluncurkan dalam rangka meningkatkan kesadaran tentang bahaya narkotika di lingkungan militer serta keluarga mereka. Hipakad, yang beranggotakan putra‑putri prajurit Angkatan Darat, memiliki akses langsung ke ribuan rumah tangga, sehingga menjadi kanal penyampaian materi pencegahan yang efektif.
Beberapa inisiatif utama yang direncanakan antara lain:
- Penyuluhan rutin di pos-pos kepemudaan dan pusat kegiatan keluarga militer.
- Penyediaan modul edukasi berbasis multimedia yang dapat diakses secara daring maupun luring.
- Pelatihan kader Hipakad sebagai narasumber utama dalam sesi konseling dan motivasi.
- Pengadaan materi kampanye visual (poster, banner, dan video pendek) yang menekankan bahaya narkoba.
- Pengadaan tes cepat deteksi narkoba bagi anggota keluarga yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Direktur BNN, Dr. Rina Mardiana, menekankan bahwa pencegahan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan satu lembaga. “Kita butuh sinergi dengan elemen masyarakat yang memiliki kedekatan emosional dan sosial dengan target, seperti Hipakad. Dengan dukungan mereka, pesan anti‑narkoba dapat menjangkau lebih dalam dan lebih luas,” ujar Rina.
Hipakad sendiri menyambut baik kolaborasi ini. Ketua Hipakad, Letnan Kolonel (purn.) Budi Santoso, menyatakan komitmen penuh organisasi untuk mendukung program BNN. “Kami percaya bahwa keluarga adalah benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Melalui kerjasama ini, kami dapat memberikan edukasi yang tepat dan relevan,” kata Budi.
Program bersama ini direncanakan berjalan selama satu tahun awal dengan evaluasi triwulanan. BNN berjanji akan menyediakan sumber daya manusia dan materi pendukung, sementara Hipakad akan mengintegrasikan kegiatan pencegahan ke dalam agenda rutin organisasi.
Harapannya, sinergi ini tidak hanya meningkatkan tingkat pengetahuan tentang bahaya narkoba, tetapi juga menurunkan angka penyalahgunaan di kalangan anggota militer dan keluarga mereka. Keberhasilan model ini diharapkan dapat direplikasi ke lembaga lain, termasuk kepolisian, Polri, dan lembaga sipil lainnya.




