Bojan Hodak Akui Keberuntungan Bantu Persib Menang Persija, Namun Kekalahan Telak dari Dewa United Bikinnya Terbuka
Bojan Hodak Akui Keberuntungan Bantu Persib Menang Persija, Namun Kekalahan Telak dari Dewa United Bikinnya Terbuka

Bojan Hodak Akui Keberuntungan Bantu Persib Menang Persija, Namun Kekalahan Telak dari Dewa United Bikinnya Terbuka

Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, kembali menjadi sorotan utama dunia sepakbola Indonesia usai dua laga penting yang memperlihatkan sisi berbeda dari performa Persib Bandung. Pada pekan ke‑32 Super League 2025/2026, Persib berhasil mengalahkan rival abadinya, Persija Jakarta, dengan skor 2‑1 di Stadion Segiri, Samarinda. Kemenangan itu, meski mengokohkan posisi puncak klasemen dengan 75 poin, diwarnai oleh pengakuan Hodak bahwa keberuntungan menjadi faktor penentu.

Keberuntungan Menjadi Kunci di Samarinda

Sejak awal pertandingan, Persija lebih dulu unggul lewat gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke‑19. Namun, Persib bangkit cepat berkat dua gol beruntun Adam Alis pada menit ke‑28 dan ke‑37, yang mengubah alur laga menjadi 2‑1 untuk Maung Bandung. Setelah peluit akhir, Hodak menegaskan, “Hanya keberuntungan yang membawa kami menutup laga ini.” Ia menambah bahwa ia sudah memprediksi duel ini tidak akan berjalan mulus, menilai pertandingan “sangat berat dan menguras tenaga”.

Hodak juga menekankan pentingnya menjaga konsentrasi pada dua laga terakhir musim: melawan PSM Makassar dan Persijap Jepara. “Setelah ini, hasil hanya bergantung pada diri kami sendiri, bukan pada faktor eksternal,” tegasnya.

Pengakuan Pasca Kekalahan dari Dewa United

Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama. Pada pekan berikutnya, Persib menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Laga tersebut berakhir dengan kekalahan 0‑2 bagi Persib, menandai satu dari dua kegagalan yang belum pernah terjadi dalam perjalanan musim ini. Setelah pertandingan, Hodak mengadakan konferensi pers singkat yang mengungkapkan sisi lain dari dirinya: kejujuran tanpa filter.

Dia mengakui, “Kami tidak tampil apik. Tim terlihat kurang terkoordinasi, dan mentalitas kami terpuruk setelah kebobolan cepat.” Ia menambahkan bahwa meskipun keberuntungan membantu di Samarinda, “kekalahan melawan Dewa United menunjukkan bahwa kami terlalu mengandalkan faktor kebetulan tanpa memperkuat dasar taktik.”

Analisis Taktik dan Performa Pemain

  • Adam Alis: Menjadi pahlawan di laga melawan Persija dengan brace, namun kurang berpengaruh saat melawan Dewa United.
  • Defensi: Solid melawan serangan Persija, tetapi rentan terhadap serangan balik cepat Dewa United.
  • Strategi Hodak: Mengutamakan kerja keras dan mental juara, namun mengakui kurangnya variasi taktik.

Hodak menuturkan bahwa pertandingan melawan Dewa United menuntut “lebih banyak penyesuaian dalam fase transisi”. Ia berjanji akan melakukan evaluasi mendalam, termasuk memperbaiki pola pressing dan memperkuat lini tengah.

Implikasi bagi Pencarian Gelar

Kemenangan melawan Persija memperlebar jarak Persib dengan pesaing terdekat, Borneo FC, yang berada di posisi dua dengan 73 poin. Namun, kekalahan dari Dewa United menurunkan selisih poin menjadi hanya tiga, menjadikan sisa dua pertandingan menjadi krusial. Jika Persib mampu mengumpulkan enam poin dari dua laga terakhir, mereka berpotensi mengamankan gelar tanpa harus bergantung pada hasil tim lain.

Di sisi lain, Persija kini tertinggal jauh dari peluang juara dan tidak lagi memiliki kesempatan untuk melaju ke kompetisi Asia. Sementara Dewa United, dengan kemenangan ini, menegaskan diri sebagai ancaman nyata bagi tim-tim papan atas.

Kesimpulan dan Pandangan Kedepan

Bojan Hodak menunjukkan sikap yang jarang terlihat pada pelatih top: mengakui peran keberuntungan, sekaligus mengkritik diri sendiri setelah kegagalan. Sikap terbuka ini menjadi sinyal kuat bahwa Persib akan melakukan perbaikan taktis dan mental menjelang penutup musim. Jika tim dapat menyalurkan semangat juara yang ditunjukkan melawan Persija dan belajar dari kekurangan yang terungkap melawan Dewa United, peluang mereka untuk mengangkat trofi Super League 2025/2026 tetap terbuka lebar.