Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Jakarta, Republika – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pernyataan terbaru John Field, pemilik Blueray Cargo, yang mengaku menyerahkan uang tunai sebesar Rp 21 miliar kepada Dirjen Bea Cukai Djaka Budi. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras KPK, yang menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap tuduhan tersebut.
John Field menyebut bahwa pembayaran itu merupakan bagian dari “penyesuaian” dalam proses layanan logistik yang melibatkan perusahaan miliknya. Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur suap atau gratifikasi dalam transaksi tersebut, melainkan semata‑mata penyelesaian administratif yang diperlukan untuk memperlancar arus barang.
KPK, melalui juru bicaranya, menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa setiap pemberian uang kepada pejabat publik harus melalui prosedur yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami akan menganalisis secara komprehensif semua bukti, termasuk laporan keuangan, rekaman transaksi, dan saksi terkait,” ujar juru bicara KPK.
Langkah-Langkah Awal KPK
- Mengumpulkan dokumen keuangan Blueray Cargo dan rekening Dirjen Bea Cukai pada periode terkait.
- Melakukan wawancara dengan pihak internal Bea Cukai, termasuk pejabat yang terlibat dalam proses clearance barang.
- Mengamankan bukti digital seperti email, pesan singkat, dan rekaman CCTV yang dapat menguatkan atau menolak dugaan gratifikasi.
- Menyiapkan tim penyelidik khusus yang memiliki keahlian di bidang logistik dan kepabeanan.
Jika terbukti adanya pelanggaran, KPK berjanji akan mengajukan tuntutan hukum sesuai dengan Undang‑Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebaliknya, jika investigasi menemukan bahwa uang tersebut memang merupakan biaya layanan yang sah, pihak terkait akan diberikan klarifikasi publik.
Sementara itu, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun, sejumlah sumber dalam lingkungan kementerian mengindikasikan bahwa ada tekanan politik untuk menutup kasus ini secepatnya.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan korupsi di sektor logistik dan kepabeanan, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi sorotan publik. Pengamat menilai bahwa transparansi dalam proses bea cukai sangat penting untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat.




