Kejar Target Investasi Rp 2.322 Triliun, Rosan Minta Tambahan Anggaran Rp 578,9 Miliar
Kejar Target Investasi Rp 2.322 Triliun, Rosan Minta Tambahan Anggaran Rp 578,9 Miliar

Kejar Target Investasi Rp 2.322 Triliun, Rosan Minta Tambahan Anggaran Rp 578,9 Miliar

Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Menteri Investasi Republik Indonesia, Rosan Roeslani, mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp 578,9 miliar guna memperkuat upaya pemerintah dalam mencapai target investasi kumulatif Rp 2.322 triliun pada tahun 2027. Penambahan dana ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek‑proyek strategis serta meningkatkan daya tarik penanaman modal, baik asing maupun domestik.

Beberapa alasan utama di balik usulan tersebut antara lain:

  • Memperluas kapasitas fasilitasi investasi di sektor infrastruktur, energi, dan teknologi.
  • Mengoptimalkan mekanisme insentif fiskal untuk investor.
  • Menambah sumber daya manusia dan teknologi di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
  • Mempercepat proses perizinan dan mengurangi hambatan birokrasi.

Berikut adalah rincian alokasi tambahan anggaran yang diusulkan:

Keterangan Nilai (Rp)
Pengembangan platform digital BKPM Rp 120,0 miliar
Pelatihan dan rekrutmen tenaga ahli investasi Rp 85,9 miliar
Insentif bagi proyek infrastruktur besar Rp 200,0 miliar
Program promosi investasi ke pasar internasional Rp 73,0 miliar

Jika disetujui, tambahan anggaran ini akan diintegrasikan ke dalam APBN tahun 2024 dan dipantau melalui indikator kinerja utama (IKU) yang telah ditetapkan. Pemerintah menargetkan bahwa dengan dukungan finansial ini, investasi tahunan dapat meningkat secara signifikan, menurunkan gap antara realisasi dan target yang saat ini masih berada di bawah 70 persen.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa keberhasilan pencapaian target Rp 2.322 triliun sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, stabilitas politik, serta kondisi global yang mendukung. Oleh karena itu, tambahan anggaran ini tidak hanya menjadi suntikan dana semata, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai magnet investasi di kawasan Asia‑Pasifik.