BPOLBF dan BPS Perkuat Ekosistem Wisata Labuan Bajo Lewat Sensus Ekonomi
BPOLBF dan BPS Perkuat Ekosistem Wisata Labuan Bajo Lewat Sensus Ekonomi

BPOLBF dan BPS Perkuat Ekosistem Wisata Labuan Bajo Lewat Sensus Ekonomi

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Manggarai Barat meluncurkan program sensus ekonomi yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem pariwisata di kawasan tersebut. Inisiatif ini merupakan upaya terkoordinasi untuk mengumpulkan data komprehensif tentang aktivitas ekonomi yang terkait dengan sektor wisata, sehingga dapat mendukung perencanaan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Program sensus ekonomi akan mencakup tiga aspek utama: pendapatan usaha pariwisata, tenaga kerja yang terlibat, serta nilai tambah yang dihasilkan oleh berbagai sub‑sektor, seperti akomodasi, restoran, transportasi, dan layanan pemandu. Data yang terkumpul diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pengembangan yang berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa tujuan utama dari sensus ekonomi ini:

  • Mengidentifikasi potensi ekonomi tersembunyi di wilayah Labuan Bajo.
  • Menilai kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) setempat.
  • Menyediakan data dasar untuk perencanaan infrastruktur dan layanan publik yang mendukung wisatawan.
  • Memberdayakan pelaku usaha lokal dengan informasi yang dapat meningkatkan daya saing.

Proses pengumpulan data akan dilaksanakan selama enam minggu, dimulai pada awal bulan Agustus 2024. Tim lapangan BPS akan bekerja sama dengan perwakilan BPOLBF, asosiasi bisnis, serta komunitas lokal untuk memastikan cakupan data yang luas dan akurat. Setiap responden akan diberikan kuesioner digital yang dapat diisi melalui aplikasi seluler atau secara tatap muka bila diperlukan.

Berikut jadwal singkat pelaksanaan sensus ekonomi:

Fase Waktu Kegiatan Utama
Persiapan 1–15 Agustus 2024 Penyusunan kuesioner, pelatihan enumerator, sosialisasi ke pemangku kepentingan
Pengumpulan Data 16 Agustus–30 September 2024 Survei lapangan, entri data, verifikasi
Analisis & Penyajian 1–20 Oktober 2024 Pengolahan data, pembuatan laporan, penyusunan rekomendasi kebijakan
Publikasi akhir Oktober 2024 Rilis hasil sensus, workshop bagi stakeholder

Hasil sensus diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kontribusi ekonomi pariwisata, termasuk identifikasi sektor yang masih kurang tergarap. Dengan data ini, BPOLBF berencana untuk merumuskan program peningkatan kapasitas UMKM, memperbaiki jaringan transportasi, serta mengoptimalkan promosi destinasi Labuan Bajo secara digital.

“Data yang akurat adalah fondasi bagi kebijakan yang efektif. Melalui sensus ekonomi, kami ingin memastikan bahwa setiap potensi ekonomi di Labuan Bajo dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya setempat,” ujar Kepala BPOLBF, Dr. Iwan Setiawan, dalam konferensi pers pada 5 Agustus 2024.

Selain itu, BPS menekankan pentingnya partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat setempat, untuk menghasilkan data yang representatif. “Keterlibatan komunitas sangat krusial. Tanpa dukungan mereka, gambaran ekonomi yang kita dapatkan tidak akan lengkap,” tambah Kepala BPS Manggarai Barat, Siti Nurul Hidayah.

Dengan langkah ini, Labuan Bajo diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.