BPS: Inflasi Tahunan Maret 2026 Capai 3,48% Dipengaruhi Low Base Effect
BPS: Inflasi Tahunan Maret 2026 Capai 3,48% Dipengaruhi Low Base Effect

BPS: Inflasi Tahunan Maret 2026 Capai 3,48% Dipengaruhi Low Base Effect

Frankenstein45.Com – 01 April 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi tahunan pada bulan Maret 2026 tercatat sebesar 3,48 persen, menurun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh fenomena “low base effect”, yaitu perbandingan dengan tingkat harga yang sangat tinggi pada Maret 2025 yang mencapai 5,71 persen. Karena indeks harga konsumen (IHK) pada tahun sebelumnya berada pada level tertinggi, pertumbuhan harga pada 2026 tampak lebih rendah meskipun kenaikan aktualnya tidak drastis.

Berikut rincian perubahan IHK menurut kelompok barang dan jasa utama:

Kelompok Inflasi Maret 2026 (%)
Pangan dan Minuman 2,1
Sandang 3,5
Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar 4,0
Transportasi 2,8
Kesehatan 1,9
Edukasi 2,3
Rekreasi dan Lainnya 2,7

Kelompok pangan menunjukkan penurunan inflasi karena pasokan beras dan komoditas utama lainnya kembali stabil setelah musim panen. Sementara itu, sektor perumahan dan energi tetap menjadi pendorong utama inflasi karena harga listrik dan bahan bakar yang masih berada pada level tinggi.

Para analis menilai bahwa meskipun “low base effect” membantu menurunkan angka inflasi secara statistik, tekanan harga tetap ada, terutama pada komponen energi. Kebijakan moneter Bank Indonesia diperkirakan akan terus memantau perkembangan ini untuk memastikan inflasi tetap berada dalam rentang target 2-4 persen.

Ke depannya, BPS akan terus memantau dinamika harga barang konsumsi dan memperbaharui perkiraan inflasi bulanan. Jika harga energi dan pangan dapat ditekan lebih lanjut, diperkirakan inflasi tahunan dapat turun di bawah 3 persen pada kuartal berikutnya.