BRIN Kembangkan Padi Biosalin Tahan Cuaca Ekstrem, Solusi Ketahanan Pangan di Wilayah Pesisir
BRIN Kembangkan Padi Biosalin Tahan Cuaca Ekstrem, Solusi Ketahanan Pangan di Wilayah Pesisir

BRIN Kembangkan Padi Biosalin Tahan Cuaca Ekstrem, Solusi Ketahanan Pangan di Wilayah Pesisir

Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menciptakan varietas padi baru yang mampu tumbuh di lahan bersalin dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem. Inovasi ini dikembangkan di wilayah Jepara, Jawa Tengah, yang rawan kenaikan kadar garam tanah dan cuaca tidak menentu.

Penelitian dimulai pada tahun 2021 dengan tujuan utama memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya bagi petani di daerah pesisir. Tim peneliti melakukan penyilangan genetik dan seleksi mutasi untuk menghasilkan padi yang tidak hanya toleran terhadap salinitas tinggi, tetapi juga memiliki produktivitas yang kompetitif.

Hasil uji lapangan menunjukkan:

  • Kapasitas bertahan pada kadar garam tanah hingga 8 dS/m.
  • Resistensi terhadap suhu tinggi dan kekeringan selama fase pertumbuhan vegetatif.
  • Produktivitas rata-rata 5,2 ton per hektar, mendekati varietas unggul non-salin.

Selama fase percobaan, para petani lokal dilibatkan secara aktif. Mereka melaporkan bahwa padi biosalin tidak memerlukan perlakuan khusus seperti irigasi tambahan atau pemupukan berlebih, sehingga biaya produksi dapat ditekan.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi model bagi pengembangan tanaman pangan lain yang menghadapi tantangan perubahan iklim. BRIN berencana memperluas penyebaran padi biosalin ke provinsi lain dengan wilayah pesisir yang serupa, serta melakukan kolaborasi dengan lembaga pertanian daerah untuk penyuluhan lebih luas.

Dengan adanya padi tahan garam, pemerintah dapat mengurangi risiko kegagalan panen di daerah rawan, menjaga stabilitas pasokan beras, dan memperkuat kemandirian pangan nasional.