BRIS Bagi Dividen Rp 1,51 Triliun, Investor Dapat Rp 32,81 per Lembar Saham
BRIS Bagi Dividen Rp 1,51 Triliun, Investor Dapat Rp 32,81 per Lembar Saham

BRIS Bagi Dividen Rp 1,51 Triliun, Investor Dapat Rp 32,81 per Lembar Saham

Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai kepada pemegang sahamnya untuk tahun buku 2025. Besaran dividen yang dibagikan mencapai 20 persen dari total laba bersih, setara dengan sekitar Rp 1,51 triliun.

Dengan total saham beredar, tiap lembar saham akan menerima pembayaran sebesar Rp 32,81. Pembayaran dividen ini dijadwalkan akan dilaksanakan setelah tanggal pencatatan (record date) yang ditetapkan oleh dewan komisaris, dan dana akan ditransfer ke rekening pemegang saham dalam beberapa minggu ke depan.

Berikut rangkuman data dividen BRIS tahun 2025 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya:

Tahun Laba Bersih (Triliun Rp) Persentase Dividen Dividen per Lembar (Rp)
2023 1,30 15% 24,60
2024 1,42 18% 28,75
2025 1,51 20% 32,81

Pembagian dividen yang lebih tinggi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan BRIS, mengingat bank syariah tersebut terus memperluas jaringan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Para analis pasar modal menilai bahwa kenaikan dividen sebesar 20 persen mencerminkan kestabilan profitabilitas BRIS di tengah persaingan industri perbankan syariah. Selain itu, kebijakan dividend payout yang konsisten dapat menjadi daya tarik bagi investor yang mengutamakan pendapatan pasif.

Investor yang memiliki saham BRIS pada tanggal pencatatan akan otomatis terdaftar sebagai penerima dividen tanpa perlu mengajukan permohonan khusus. Bagi yang belum memiliki saham, peluang masuk pasar BRIS menjadi menarik mengingat potensi kenaikan nilai saham seiring dengan kebijakan dividen yang menguntungkan.

Secara keseluruhan, pembagian dividen sebesar Rp 1,51 triliun menegaskan komitmen BRIS untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham serta memperkuat posisi bank syariah ini di pasar modal Indonesia.