BTN dan Mitra Kasih Perkasa Integrasikan Sistem Tiket Wisata Bali
BTN dan Mitra Kasih Perkasa Integrasikan Sistem Tiket Wisata Bali

BTN dan Mitra Kasih Perkasa Integrasikan Sistem Tiket Wisata Bali

Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) menandatangani kerja sama strategis untuk mengintegrasikan sistem tiket wisata di Pulau Bali. Kemitraan ini bertujuan menghadirkan platform digital terpusat yang memudahkan wisatawan membeli tiket masuk ke beragam destinasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Platform yang diberi nama Bali Ticketing Hub akan menggabungkan layanan pemesanan tiket secara online, pembayaran lewat aplikasi perbankan BTN, serta verifikasi masuk menggunakan kode QR. Fitur ini memungkinkan pengunjung mengakses paket tiket multi‑destinasi, mendapatkan diskon khusus, serta melihat ulasan atraksi secara real‑time.

Implementasi kerja sama dibagi menjadi tiga tahap utama:

  • Fase I (Q3 2024): Peluncuran pilot di lima objek wisata utama, termasuk Pura Tanah Lot, Pantai Kuta, dan Monkey Forest Ubud.
  • Fase II (Q1 2025): Perluasan ke dua puluh situs tambahan, mencakup destinasi budaya, alam, dan rekreasi.
  • Fase III (Q3 2025): Integrasi menyeluruh ke seluruh jaringan objek wisata di Bali, dengan dukungan layanan pelanggan 24 jam.

Berikut perkiraan dampak yang diharapkan:

Indikator Target
Peningkatan transaksi tiket digital +30% dibandingkan 2023
Peningkatan pendapatan objek wisata +15% dalam dua tahun pertama
Pengurangan antrean fisik Pengurangan waktu tunggu rata‑rata 40 menit

Direktur BTN, Budi Santoso, menyatakan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi bank untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia. Sementara itu, CEO MKP, Siti Nurhaliza, menekankan pentingnya teknologi dalam meningkatkan aksesibilitas dan transparansi bagi pelaku usaha pariwisata lokal.

Dengan integrasi sistem tiket ini, diharapkan Bali dapat menawarkan pengalaman wisata yang lebih modern, aman, dan terukur, sekaligus membuka peluang baru bagi UMKM serta meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia di kancah global.