Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan penyerapan beras petani lokal menjadi 5.000 ton pada akhir tahun 2026. Angka ini hampir tiga kali lipat dari target sebelumnya yang sebesar 2.000 ton.
Target baru ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan serta memberikan pasar yang stabil bagi petani di wilayah kepulauan. Dengan menambah volume pembelian, Bulog berharap dapat menstimulasi produksi beras lokal, menurunkan ketergantungan pada impor, dan menjaga harga beras tetap terjangkau bagi konsumen.
- Jadwal pencapaian: Penyerapan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2024 hingga Desember 2026.
- Target tahunan: 1.500 ton pada 2024, 1.800 ton pada 2025, dan 1.700 ton pada 2026.
- Wilayah fokus: Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Tenggara, dan Maluku Utara yang memiliki lahan pertanian beras potensial.
Untuk mendukung program ini, Bulog bersama Pemerintah Provinsi Maluku menyiapkan beberapa langkah operasional, antara lain:
- Peningkatan fasilitas penyimpanan dan distribusi di gudang-gudang regional.
- Pemberian bantuan teknis kepada petani dalam pemilihan varietas unggul dan praktik budidaya modern.
- Penyediaan mekanisme pembayaran yang cepat dan transparan melalui sistem digital.
- Kerjasama dengan koperasi tani untuk memudahkan penyaluran hasil panen.
Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan pendapatan petani, penurunan angka kemiskinan di daerah pedesaan, serta stabilisasi pasokan beras di pasar lokal. Selain itu, peningkatan volume pembelian beras lokal diharapkan dapat menurunkan beban anggaran pemerintah terkait impor beras.
Pengawasan dan evaluasi akan dilakukan secara berkala oleh tim khusus Bulog Maluku, yang akan melaporkan progres pencapaian target kepada Kementerian Perdagangan. Jika target tercapai, kemungkinan akan ada penyesuaian kebijakan untuk memperluas program ke provinsi lain.
Dengan komitmen kuat ini, Bulog berharap dapat menjadi jembatan utama antara petani beras Maluku dan konsumen, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan Indonesia yang lebih mandiri.




