Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Pada hari Selasa, ribuan mahasiswa menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, menuntut kenaikan harga BBM subsidi serta kebijakan ekonomi yang lebih pro‑rakyat. Demonstrasi tersebut diwarnai orasi, spanduk, dan rapat massa yang berlangsung selama beberapa jam.
Sementara itu, serikat pekerja tidak turut serta dalam aksi tersebut. Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menjelaskan alasan keengganan buruh bergabung dengan demonstrasi mahasiswa.
“Kami tidak menolak aspirasi mahasiswa, namun fokus utama kami tetap pada revisi regulasi ketenagakerjaan yang selama ini merugikan pekerja,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers singkat. “Mengenai BBM subsidi, kami menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga yang sedang direncanakan oleh pemerintah.
Said Iqbal menambahkan bahwa buruh tengah memperjuangkan tiga hal utama dalam bidang ketenagakerjaan:
- Revisi Undang‑Undang Ketenagakerjaan yang dianggap tidak melindungi hak pekerja secara memadai.
- Peningkatan jaminan sosial, termasuk pensiun dan asuransi kesehatan, bagi semua lapisan pekerja.
- Penerapan mekanisme dialog tripartit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja secara berkelanjutan.
Keputusan untuk tidak bergabung dalam aksi di Bundaran HI tidak menutup kemungkinan buruh akan menggelar demonstrasi terpisah di masa mendatang, bila agenda ketenagakerjaan belum mendapatkan perhatian yang cukup.




