Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Bustami Zainudin, resmi diperkenalkan sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di wilayah Lampung. Perkenalan ini berlangsung dalam sebuah acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh partai serta pemimpin daerah setempat.
Bustami Zainudin, yang sebelumnya dikenal sebagai wakil rakyat di DPD, menyatakan komitmennya untuk memperkuat basis politik PSI di Lampung. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengalaman legislatif di DPD dengan visi‑misi PSI yang berfokus pada reformasi birokrasi, pemberdayaan pemuda, dan pemberantasan korupsi.
Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, yang juga merupakan salah satu tokoh senior PSI, menyampaikan harapannya bahwa Bustami dapat melanjutkan karier politiknya dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada pemilihan legislatif mendatang. “Saya yakin pengalaman Bustami di DPD akan menjadi aset berharga bagi PSI, terutama dalam memperjuangkan aspirasi rakyat Lampung di tingkat nasional,” ujar Kaesang dalam sambutannya.
Berikut beberapa langkah strategis yang direncanakan untuk mendukung pencalonan Bustami Zainudin sebagai calon DPR RI dari PSI:
- Penguatan jaringan kader PSI di seluruh kabupaten dan kota di Lampung.
- Penyusunan program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
- Pelatihan intensif bagi calon legislatif dalam hal kebijakan publik, komunikasi politik, dan kampanye digital.
- Kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
Pengalaman Bustami di DPD, yang mencakup pembahasan isu-isu pembangunan daerah dan pengawasan penggunaan dana publik, diharapkan dapat memperkaya agenda legislatif PSI di DPR. Ke depan, partai tersebut berencana mengoptimalkan peran kader baru seperti Bustami untuk memperluas pangsa suara di provinsi-provinsi strategis.
Jika berhasil terpilih, Bustami Zainudin akan menjadi salah satu tokoh penting yang menghubungkan aspirasi daerah dengan kebijakan nasional, sekaligus menguatkan posisi PSI sebagai partai alternatif yang mengedepankan reformasi struktural.




