Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Tokoh senior Nahdlatul Ulama, KH. Ilyas (Cak Imin), menilai kebijakan pemerintah yang mengusulkan “war tiket” untuk keberangkatan haji tidak memberikan solusi yang memadai. Menurutnya, sistem tersebut justru menambah kompleksitas administrasi dan tidak menjamin kepastian bagi jemaah yang telah menyiapkan segala sesuatunya jauh hari sebelumnya.
Cak Imin menekankan pentingnya kembali kepada rencana keberangkatan haji yang telah disusun sejak awal tahun. Ia berpendapat bahwa penyesuaian jadwal secara mendadak dapat menimbulkan kerugian finansial, kebingungan logistik, serta menurunkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap institusi pengelola haji.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Cak Imin terkait kegagalan usulan war tiket:
- Ketidakpastian jadwal: Perubahan mendadak membuat jemaah sulit mengatur cuti kerja, pendidikan, atau urusan keluarga.
- Biaya tambahan: Penyesuaian tiket dan akomodasi biasanya memerlukan biaya ekstra yang tidak dianggarkan.
- Pengelolaan logistik yang rumit: Penjadwalan ulang memaksa birokrasi mengatur ulang transportasi, akomodasi, dan layanan medis.
- Pengaruh moral jemaah: Ketidakjelasan jadwal dapat menurunkan semangat ibadah, mengingat haji merupakan salah satu rukun Islam yang memerlukan persiapan matang.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Cak Imin menyarankan langkah-langkah berikut:
- Mempertahankan jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan pada awal tahun anggaran.
- Meningkatkan koordinasi antara Kementerian Agama, travel haji, dan otoritas bandara untuk memastikan kelancaran proses.
- Memberikan informasi transparan kepada calon jemaah mengenai alasan perubahan bila memang tak terhindarkan.
- Menyiapkan mekanisme kompensasi bagi jemaah yang terdampak akibat penyesuaian jadwal.
Dengan menegakkan kebijakan yang konsisten dan terencana, diharapkan proses keberangkatan haji dapat berjalan lebih efisien, mengurangi beban administratif, serta meningkatkan kepuasan jemaah.




