Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | Menkomunikasikan Digitalisasi (Menkomdigi) Meutya Hafid menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan video rekaman kecelakaan kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur. Insiden tersebut menewaskan beberapa penumpang dan menimbulkan luka serius pada korban, sehingga penyebaran visual grafis dapat memperparah trauma bagi keluarga dan saksi mata.
Meutya menekankan bahwa video beredar secara luas di media sosial dapat menimbulkan dampak psikologis negatif, memperburuk proses pemulihan emosional, serta menimbulkan spekulasi yang tidak berdasar. Ia meminta kepada pengguna platform digital untuk menahan diri dan menghormati privasi keluarga korban.
Berikut beberapa langkah yang disarankan Menkomdigi untuk mengurangi dampak negatif:
- Tidak mengunggah, membagikan, atau menyiarkan ulang video kecelakaan di media sosial maupun aplikasi pesan.
- Mengandalkan informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan instansi terkait.
- Menggunakan bahasa yang empatik dan menghindari komentar yang bersifat sensationalisme.
- Menyebarluaskan pesan edukatif tentang pentingnya etika digital dan rasa hormat terhadap korban.
Selain itu, Meutya mengajak para netizen untuk melaporkan konten yang melanggar kebijakan platform serta berpartisipasi dalam kampanye ‘Berbagi dengan Bijak’. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menekan penyebaran konten berbahaya dan memberikan ruang bagi keluarga korban untuk berduka dengan tenang.
Kasus ini menjadi pengingat akan tanggung jawab bersama dalam era digital, di mana setiap klik dapat memperbesar atau memperkecil dampak sosial. Dengan menahan diri dari penyebaran video yang sensitif, masyarakat dapat berkontribusi pada perlindungan psikologis korban serta membantu proses penanganan pasca‑kecelakaan secara lebih profesional.







