Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan operasi keamanan besar-besaran di dua provinsi barat negara itu, yakni Kurdistan dan Kermanshah, pada pekan ini. Dalam rangka mencegah potensi pemberontakan yang dipicu oleh ketegangan politik dan sosial, pasukan keamanan berhasil menangkap hampir 240 orang yang diduga terlibat dalam jaringan anti‑pemerintah.
Operasi tersebut dilaporkan melibatkan unit khusus IRGC yang melakukan razia di beberapa kota dan desa, serta menahan para tersangka yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok separatis atau agen asing. Di antara mereka, pihak militer mengklaim telah mengeksekusi seorang agen Mossad yang diduga merencanakan aksi sabotase di wilayah tersebut.
- Provinsi yang terlibat: Kurdistan dan Kermanshah.
- Jumlah penangkapan: hampir 240 orang.
- Target utama: mencegah pemberontakan serta mengungkap jaringan intelijen asing.
- Kasus eksekusi: seorang agen Mossad yang dinyatakan sebagai ancaman keamanan.
Berbagai pihak menanggapi aksi tersebut dengan beragam reaksi. Pemerintah Iran menegaskan kembali kebijakan zero‑tolerance terhadap segala bentuk subversi, sementara kelompok hak asasi manusia internasional mengkritik kurangnya transparansi dalam proses penangkapan dan eksekusi.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara Iran dan Israel, di mana Tehran secara rutin menuduh Mossad melakukan operasi mata-mata di dalam negeri. Eksekusi agen Mossad menjadi bukti terbaru dalam perseteruan geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Dengan situasi yang masih tegang, otoritas Iran memperkirakan akan terus meningkatkan operasi keamanan di wilayah-wilayah rawan, termasuk memperketat kontrol pergerakan warga dan meningkatkan pengawasan intelijen.




