Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada pekan ini, dipicu oleh penurunan signifikan pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Penurunan tersebut menurunkan sentimen pasar secara keseluruhan dan menambah beban pada indeks utama.
Berikut adalah rangkuman saham big caps yang mencatat penurunan terbesar selama seminggu terakhir, lengkap dengan persentase penurunan masing‑masing:
| Saham | Kode | Penurunan |
|---|---|---|
| Bank Central Asia | BBCA | -4,2% |
| PT Telekomunikasi Indonesia Tbk | TLKM | -3,8% |
| PT Astra International Tbk | ASII | -3,5% |
| PT Unilever Indonesia Tbk | UNVR | -3,1% |
| PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | BBRI | -2,9% |
Penurunan di atas dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:
- Ketidakpastian kebijakan moneter global yang mempengaruhi arus modal masuk ke pasar emerging.
- Data inflasi domestik yang masih berada di atas target, menambah tekanan pada suku bunga.
- Kekhawatiran investor terhadap laba kuartal ketiga yang diproyeksikan akan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Akibat penurunan pada saham-saham utama, IHSG tercatat turun sekitar 1,2% dalam satu minggu, menandakan pergeseran sentimen menjadi lebih bearish. Meskipun demikian, beberapa sektor masih menunjukkan daya tahan, seperti sektor energi dan konsumer yang dipimpin oleh perusahaan dengan fundamental kuat.
Para analis memperkirakan bahwa volatilitas akan tetap tinggi hingga ada kepastian lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga dan data ekonomi makro. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan manajemen risiko, mengalokasikan portofolio secara diversifikasi, dan meninjau kembali eksposur pada saham-saham yang menunjukkan tekanan harga berlebih.




