Celtic Minta Maaf Setelah Kacau di Lapangan Usai Kemenangan Dramatis Atas Hearts
Celtic Minta Maaf Setelah Kacau di Lapangan Usai Kemenangan Dramatis Atas Hearts

Celtic Minta Maaf Setelah Kacau di Lapangan Usai Kemenangan Dramatis Atas Hearts

Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Sabtu malam, 17 Mei 2026, menjadi saksi momen epik dalam sejarah Liga Premiership Skotlandia. Celtic berhasil mengamankan gelar ke-56 mereka dengan mengalahkan Hearts 3-1 di akhir pertandingan yang menegangkan, berkat gol penentu Callum Osmand pada menit tambahan. Namun, sorotan utama beralih dari kebahagiaan ke kekacauan ketika sejumlah suporter Celtic menyerbu lapangan, menimbulkan insiden yang melibatkan pemain Hearts.

Kemenangan Dramatis yang Membawa Ketegangan

Di Stadion Parkhead, atmosfer terasa tegang sejak peluit pertama. Martin O’Neill, pelatih Celtic, menekankan pentingnya kemenangan dalam menghadapi rival terdekat. Setelah dua gol awal, Hearts sempat memperkecil ketertinggalan, namun gol ketiga dari Callum Osmand pada menit ke-94 mengunci hasil 3-1, memberi Celtic selisih dua poin di atas Hearts dan memastikan gelar liga.

Kekacauan di Lapangan Pasca-pertandingan

Sesaat setelah peluit akhir, sekelompok suporter Celtic berbondong‑bondong menembus pagar keamanan dan melompat ke lapangan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa pemain Hearts, termasuk kapten Lawrence Shankland, mengalami kontak fisik dan merasa terancam. Saksi mata mengklaim bahwa para pemain Hearts dipaksa bergegas ke bus tim mereka dengan seragam lengkap, tanpa kesempatan memberikan salam perpisahan kepada pendukung mereka.

Pernyataan Resmi Celtic dan Permintaan Maaf

Celtic segera mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan rasa bangga atas pencapaian gelar sekaligus menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden tersebut. Klub menegaskan bahwa tidak ada pembenaran atas tindakan individu yang memasuki area permainan, dan menekankan bahwa perilaku tersebut merusak kebahagiaan mayoritas suporter. “Kami menyesali kejadian ini dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan SPFL serta pihak kepolisian dalam penyelidikan,” bunyi kutipan dalam pernyataan klub.

Investigasi oleh SPFL dan Police Scotland

Spesifikasi resmi menyebutkan bahwa wasit Don Robertson menghentikan pertandingan secara normal, bukan menghentikannya lebih awal. Namun, kehadiran suporter di lapangan memicu intervensi polisi. Police Scotland membuka penyelidikan untuk memastikan apakah ada pemain Hearts yang mengalami serangan fisik. Mereka berkoordinasi dengan pihak klub dan otoritas liga untuk mengidentifikasi pelaku serta menilai langkah disipliner yang tepat.

Reaksi Publik dan Media Sosial

Insiden ini dengan cepat menjadi topik hangat di media sosial, dengan banyak pengguna menilai tindakan suporter sebagai “menyebalkan” dan “tidak dapat diterima”. Beberapa komentar menyoroti kebutuhan akan keamanan yang lebih ketat pada acara penting, sementara yang lain menekankan pentingnya menyalurkan semangat dukungan secara damai. Organisasi pemain dan serikat pekerja sepak bola juga menuntut klarifikasi lebih lanjut terkait keamanan pemain di akhir pertandingan.

Langkah Selanjutnya dan Harapan Kedepan

Celtic berjanji akan menindak tegas individu yang terlibat, meski belum ada nama yang diumumkan secara resmi. Klub juga berkomitmen meningkatkan prosedur keamanan pada acara mendatang, termasuk pengawasan tambahan dan koordinasi lebih erat dengan aparat keamanan. Sementara itu, Hearts mengekspresikan kekecewaan atas kehilangan kesempatan untuk merayakan akhir musim bersama pendukung mereka, namun tetap fokus pada persiapan kompetisi berikutnya.

Secara keseluruhan, meskipun Celtic merayakan keberhasilan historis, insiden pitch invasion mengingatkan semua pihak bahwa sportivitas dan keamanan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan. Diharapkan bahwa hasil investigasi akan memberikan pelajaran berharga dan mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.