Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan pentingnya perbaikan total sistem pengelolaan sampah setelah peninjauan terbaru terhadap dua fasilitas utama, yaitu Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan Center for Development (CFD) Rasuna Said.
TPST Bantargebang, yang berlokasi di wilayah Cengkareng, selama ini menjadi pusat penerimaan, pemilahan, dan pemrosesan sampah kota. Pemerintah provinsi mengidentifikasi beberapa kendala, antara lain kapasitas penampungan yang mendekati batas maksimal, kurangnya fasilitas pemrosesan organik, serta kebutuhan upgrade teknologi pengomposan.
- Penambahan unit pengomposan skala menengah untuk meningkatkan nilai tambah sampah organik.
- Penerapan sistem pemantauan berbasis IoT untuk memantau volume sampah secara real‑time.
- Kerjasama dengan sektor swasta dalam pengelolaan sampah plastik melalui program daur ulang.
Di sisi lain, CFD Rasuna Said berfungsi sebagai pusat edukasi dan inovasi dalam pengelolaan sampah. Pemerintah berencana memperluas area demonstrasi teknologi ramah lingkungan, termasuk instalasi biogas dan fasilitas pengolahan limbah cair.
- Pengembangan laboratorium uji kualitas kompos yang melibatkan universitas lokal.
- Penyediaan ruang inkubasi bagi startup yang fokus pada solusi pengelolaan limbah.
- Penyelenggaraan program pelatihan bagi petugas kebersihan dan masyarakat sekitar.
Langkah‑langkah ini diharapkan dapat menurunkan tingkat akhir sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta meningkatkan partisipasi publik dalam program daur ulang. Selain itu, integrasi data antara TPST Bantargebang dan CFD Rasuna Said akan mempermudah koordinasi lintas sektor dan mempercepat implementasi kebijakan berkelanjutan.




