Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Pagi di sebuah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Surabaya kini menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan beberapa bulan lalu. Dulu, area tersebut dipenuhi tumpukan botol air mineral dan gelas plastik yang berserakan, namun kini tampak lebih rapi berkat program baru yang digulirkan pemerintah kota.
Program “Kota yang Memungut Masa Depan” diluncurkan pada awal tahun ini dengan tujuan utama mengurangi volume sampah plastik serta meningkatkan partisipasi warga dalam daur ulang. Beberapa langkah utama yang diimplementasikan antara lain:
- Pemasangan tong sampah berlabel warna yang memudahkan pemisahan sampah organik, anorganik, dan bahan daur ulang.
- Pengadaan unit komposter mikro di setiap TPS untuk mengolah sampah organik secara langsung.
- Kerjasama dengan perusahaan pengolahan limbah untuk mendaur ulang botol plastik dan gelas menjadi bahan baku baru.
- Penyuluhan rutin kepada warga melalui posko informasi dan media sosial kota.
Hasil awal menunjukkan penurunan volume sampah plastik hingga 35 persen dalam tiga bulan pertama. Selain itu, tingkat partisipasi warga dalam memisahkan sampah meningkat dari 20 persen menjadi lebih dari 60 persen.
Untuk memantau efektivitas program, Dinas Lingkungan Hidup Surabaya mengeluarkan laporan bulanan yang mencakup data berikut:
| Bulan | Volume Sampah Plastik (ton) | Persentase Daur Ulang |
|---|---|---|
| Januari | 12,5 | 15% |
| Februari | 9,8 | 22% |
| Maret | 8,1 | 35% |
Walikota Surabaya menyatakan bahwa program ini akan menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia. “Kita ingin menjadikan Surabaya sebagai contoh nyata bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya dalam konferensi pers minggu lalu.
Ke depan, pihak berwenang berencana menambah jumlah TPS menjadi 150 unit dan memperluas jaringan komposter mikro hingga mencakup seluruh wilayah kota. Diharapkan, dengan langkah-langkah tersebut, Surabaya dapat menurunkan total produksi sampah kota sebesar 50 persen pada akhir 2025.




