Cerita Haru Karyawan Difabel Rokok HS: Dulu Sering Ditolak Kerja, Kini Bisa Lunasi Utang
Cerita Haru Karyawan Difabel Rokok HS: Dulu Sering Ditolak Kerja, Kini Bisa Lunasi Utang

Cerita Haru Karyawan Difabel Rokok HS: Dulu Sering Ditolak Kerja, Kini Bisa Lunasi Utang

Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Seorang karyawan penyandang disabilitas di pabrik rokok HS mengungkapkan perjalanan hidupnya yang penuh liku, dari sering ditolak pekerjaan hingga akhirnya mampu melunasi utangnya berkat kebijakan inklusif perusahaan.

Namanya Budi (nama samaran), seorang pria dengan keterbatasan mobilitas sejak kecil. Selama bertahun‑tahun ia harus melewati proses seleksi kerja yang penuh diskriminasi. “Setiap kali melamar, selalu ada pertanyaan tentang kemampuan saya mengoperasikan mesin. Kadang, pihak HR bahkan tidak melanjutkan proses wawancara,” ujarnya dengan nada haru.

Situasi berubah ketika Rokok HS memutuskan untuk mengimplementasikan program inklusi tenaga kerja. Perusahaan menargetkan penambahan karyawan difabel secara bertahap dan pada 2023 telah mempekerjakan 70 orang penyandang disabilitas di berbagai lini produksi dan administrasi.

Berikut beberapa langkah konkret yang diambil Rokok HS dalam program inklusinya:

  • Modifikasi area kerja dengan ramp dan jalur khusus yang ramah kursi roda.
  • Penyediaan pelatihan keterampilan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masing‑masing.
  • Pembentukan tim pendamping internal untuk membantu adaptasi karyawan baru.
  • Kebijakan fleksibilitas jam kerja bagi yang membutuhkan penyesuaian medis.

Setelah diterima bekerja di departemen pengemasan, Budi mendapatkan gaji tetap yang cukup untuk menutup kebutuhan hidup sehari‑hari serta mulai mengumpulkan dana untuk melunasi utang pribadi yang selama ini membebani keluarganya.

Pada akhir tahun 2023, Budi berhasil melunasi seluruh utangnya berkat konsistensi dalam pekerjaan dan dukungan program kesejahteraan karyawan yang diberikan perusahaan, termasuk bonus tahunan dan program tabungan bersama.

“Saya tidak pernah membayangkan bisa membayar semua hutang saya. Ini bukan hanya tentang uang, tapi rasa percaya diri yang kembali,” kata Budi sambil menambahkan bahwa ia kini dapat fokus pada pengembangan karir dan membantu rekan kerja lainnya yang memiliki keterbatasan.

Kisah Budi menjadi contoh nyata bahwa kebijakan inklusif tidak hanya meningkatkan angka keberagaman, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan bagi individu dan keluarga mereka. Rokok HS berharap dapat memperluas program ini ke pabrik-pabrik lain di seluruh Indonesia.