Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Jakarta, 6 Mei 2026 – Persaingan di segmen mobil listrik kompak semakin memanas seiring kedatangan Chery QQ3 EV yang siap menantang dominasi Geely EX2 di pasar Indonesia. Kedua model menargetkan konsumen perkotaan yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan, namun menawarkan pendekatan berbeda dari segi dimensi, teknologi, dan performa.
Geely EX2 telah lebih dulu hadir di Indonesia dengan dua varian, Pro dan Max, masing-masing didukung motor listrik belakang (RWD). Sementara itu, Chery QQ3 EV mengusung strategi premium dengan menonjolkan kecanggihan interior, sistem infotainment AI, serta ruang penyimpanan fleksibel. Kedua mobil berkompetisi untuk menjadi pilihan utama di kelas EV ringkas.
Dimensi dan Desain Eksterior
Secara visual, Geely EX2 menampilkan desain agresif berkat lampu depan pipih yang memberi kesan sporty. Panjangnya 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.570 mm, dan jarak sumbu roda 2.650 mm. Chery QQ3 EV, meski hanya selisih beberapa milimeter, hadir dengan tampilan lebih ekspresif berkonsep “square within round”, lampu berbentuk huruf Q, serta lekukan membulat yang menambah kesan modern. Dimensi QQ3 EV adalah 4.195 mm (p x l x t) dengan wheelbase 2.700 mm, sedikit lebih panjang dan lebar, memberi potensi ruang kabin lebih lega.
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Geely EX2 Pro | Geely EX2 Max | Chery QQ3 EV (58 kW) | Chery QQ3 EV (90 kW) |
|---|---|---|---|---|
| Motor (kW) | 85 | — (lebih rendah) | 58 | 90 |
| Daya (hp) | ≈114 | — | ≈78 | ≈121 |
| Baterai (kWh) | 40,16 | 30,12 | 29,48 | 41,28 |
| Jarak Tempuh (CLTC) | 410 km | 310 km | 310 km | 420 km |
| Penggerak | RWD | RWD | RWD | RWD |
Kedua model menggunakan baterai LFP dari CATL dengan sistem pendingin cair, namun QQ3 EV unggul pada varian tertinggi dengan tenaga 90 kW dan jarak tempuh 420 km, melampaui EX2 Pro yang berkapasitas baterai lebih besar.
Fitur Interior dan Teknologi
- Geely EX2 dilengkapi layar sentral 14,6 inci, panel instrumen digital 8,8 inci, ambient lighting 256 warna, serta paket keselamatan Level 2 (AEB, Lane Departure Warning, Adaptive Cruise Control). Terdapat pula fitur vehicle‑to‑load (V2L) untuk mengisi perangkat eksternal.
- Chery QQ3 EV menonjolkan layar sentuh 15,6 inci resolusi 2.5K yang ditenagai chip Snapdragon 8155, panel instrumen digital 8,8 inci, serta integrasi AI Lingxi dan asisten suara. Dukungan Apple CarPlay, Huawei HiCar, dan Carlink menambah kenyamanan hiburan.
- Kenyamanan kursi juga berbeda: QQ3 EV menawarkan jok berventilasi dan pemanas, sementara EX2 fokus pada ruang penyimpanan dengan 36 kompartemen, bagasi belakang hingga 1.320 liter, dan frunk 70 liter.
- QQ3 EV menyediakan 38 ruang penyimpanan, bagasi belakang dapat diperluas dari 375 liter menjadi 1.450 liter, menandakan fleksibilitas penggunaan harian.
Strategi Pasar dan Prospek Penjualan
Geely telah menunjukkan ambisi besar di pasar internasional, termasuk Australia, dengan rencana meluncurkan EX2 secara global. Di Indonesia, kehadiran EX2 sejak 2024 telah membangun basis pelanggan, namun persaingan ketat dari merek Tiongkok lain seperti BYD dan Chery menuntut inovasi lebih.
Chery QQ3 EV, yang telah terbukti laris di pasar domestik China, mengandalkan keunggulan teknologi dan interior premium untuk menarik konsumen kelas menengah ke atas yang mengutamakan konektivitas serta ruang kabin fleksibel. Dengan harga yang kompetitif dan jaringan layanan yang sedang dibangun, QQ3 EV diprediksi akan memperoleh pangsa pasar signifikan dalam dua tahun ke depan.
Secara keseluruhan, QQ3 EV menawarkan kombinasi dimensi lebih lega, teknologi infotainment mutakhir, serta kapasitas baterai yang sebanding atau lebih tinggi dibandingkan Geely EX2. Sementara EX2 tetap menjadi pilihan yang solid dengan paket keselamatan lengkap dan harga yang relatif terjangkau. Persaingan ini akan mendorong kedua produsen untuk terus meningkatkan kualitas, memperluas jaringan layanan, dan menurunkan harga, menguntungkan konsumen Indonesia yang semakin menyambut kendaraan listrik.
Dengan beragam pilihan yang kini tersedia, konsumen perkotaan dapat menilai prioritas antara performa, teknologi, atau ruang kabin sebelum memutuskan pembelian. Kedua model tersebut menandai langkah penting dalam transisi Indonesia menuju mobilitas yang lebih bersih dan modern.




