Ketahui Penularan Utama Virus Hanta dari Tikus ke Manusia
Ketahui Penularan Utama Virus Hanta dari Tikus ke Manusia

Ketahui Penularan Utama Virus Hanta dari Tikus ke Manusia

Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Virus hanta merupakan patogen yang berasal dari tikus dan dapat menular ke manusia, menyebabkan penyakit pernapasan akut yang berpotensi fatal. Epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University, Australia, menjelaskan mekanisme utama penularan virus ini serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan masyarakat.

Penularan utama terjadi ketika partikel virus yang terkontaminasi terdapat pada kotoran, urine, atau air liur tikus menguap dan terbawa oleh aliran udara. Orang yang menghirup aerosol tersebut, terutama di ruang tertutup atau area dengan sanitasi buruk, berisiko tinggi terinfeksi. Selain inhalasi, penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi, misalnya saat membersihkan kandang tikus tanpa perlindungan, atau melalui luka terbuka yang bersentuhan dengan cairan tubuh tikus.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko meliputi:

  • Keberadaan populasi tikus yang tinggi di lingkungan perumahan atau pertanian.
  • Kondisi kebersihan yang tidak memadai, seperti penumpukan sampah atau sisa makanan.
  • Aktivitas yang melibatkan penanganan atau pembersihan kotoran tikus tanpa alat pelindung.

Gejala infeksi hanta biasanya muncul dalam 1‑3 minggu setelah paparan, dan dapat meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, serta gejala pernapasan seperti batuk dan sesak napas. Pada kasus berat, penyakit dapat berkembang menjadi sindrom paru-paru hantavirus (HPS) yang memerlukan perawatan intensif.

Berikut langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan:

  • Menjaga kebersihan lingkungan, termasuk membuang sampah secara tertutup dan menghindari penumpukan bahan organik yang menarik tikus.
  • Menggunakan perangkap atau racun yang aman untuk mengendalikan populasi tikus.
  • Mengenakan masker N95, sarung tangan, dan pakaian pelindung saat membersihkan area yang mungkin terkontaminasi.
  • Menghindari menghirup debu yang dihasilkan dari pengeringan atau pengadukan kotoran tikus.
  • Menutup lubang atau celah pada dinding, atap, dan fondasi rumah untuk mencegah masuknya tikus.

Jika seseorang menunjukkan gejala yang mencurigakan setelah terpapar lingkungan berisiko, segeralah mencari pertolongan medis dan beri tahu tenaga kesehatan tentang kemungkinan paparan hanta.

Pencegahan yang konsisten dan pengetahuan tentang cara penularan virus hanta dapat mengurangi angka kasus dan melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.