Chery Siapkan Baterai EV Jarak Tempuh 1.500 km, Tantang Industri Otomotif dengan Teknologi Super Cepat
Chery Siapkan Baterai EV Jarak Tempuh 1.500 km, Tantang Industri Otomotif dengan Teknologi Super Cepat

Chery Siapkan Baterai EV Jarak Tempuh 1.500 km, Tantang Industri Otomotif dengan Teknologi Super Cepat

Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia dan Asia Pasifik memasuki fase kritis dengan munculnya inovasi baterai yang menjanjikan jarak tempuh jauh lebih lama sekaligus pengisian ultra cepat. Chery, produsen mobil asal Tiongkok, mengumumkan rencana peluncuran baterai EV yang mampu menempuh hingga 1.500 km dalam satu kali pengisian, sebuah terobosan yang sekaligus menandai era baru mobil listrik jarak jauh. Teknologi ini tidak berdiri sendiri; ia berada dalam konteks persaingan ketat dengan pemain lain seperti BYD‑Denza yang memperkenalkan sistem flash charging 1.500 kW, serta persaingan antara SUV China seperti Changan Deepal S05 dan Chery Tiggo 8 CSH.

Terobosan Baterai 1.500 km dari Chery

Chery mengklaim bahwa baterai generasi terbaru mereka menggabungkan sel berkapasitas tinggi dengan manajemen termal canggih, memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga 1.500 km berdasarkan standar WLTP. Pengujian internal menunjukkan bahwa dalam kondisi suhu ekstrem, baterai tetap stabil dan mempertahankan efisiensi pengisian. Keunggulan utama terletak pada kemampuan pengisian cepat; meski belum diumumkan secara detail, diperkirakan daya masuk yang dibutuhkan berada di kisaran ratusan kilowatt, sejalan dengan tren industri yang mengincar pengisian 80% dalam waktu kurang dari 15 menit.

Super Fast Charging: Belajar dari Denza

Sementara Chery menyiapkan baterai berjarak jauh, pesaing BYD lewat sub‑brand Denza telah memamerkan teknologi flash charging hingga 1.500 kW pada peluncuran model Z9 GT di Paris. Sistem ini, dipasangkan dengan Blade Battery generasi kedua, dapat mengisi baterai dari 20% ke 97% dalam 12 menit, bahkan pada suhu -30°C. Keberhasilan Denza menyiapkan infrastruktur charger khusus di Eropa menjadi contoh penting bagi Chery dalam mengembangkan jaringan pengisian yang memadai di pasar domestik dan regional.

Persaingan SUV Elektrik: Deepal S05 vs Tiggo 8 CSH

Di segmen SUV listrik, dua model menonjol: Changan Deepal S05 berbasis teknologi REEV (Range‑Extended Electric Vehicle) dan Chery Tiggo 8 CSH yang mengusung PHEV (Plug‑in Hybrid Electric Vehicle). Meskipun keduanya mengusung konsep elektrifikasi, pendekatannya berbeda. Deepal S05 menonjolkan desain futuristik, koefisien drag rendah (0,25 Cd), serta interior berbasis layar sentuh Snapdragon 8155 dengan proyektor 4K. Tiggo 8 CSH, di sisi lain, menawarkan interior keluarga dengan tiga baris kursi, material soft‑touch, serta fitur kenyamanan seperti kursi ventilasi dan filter udara N95.

Fitur Deepal S05 (REEV) Tiggo 8 CSH (PHEV)
Jenis Penggerak Hybrid dengan mesin pembantu bensin Hybrid plug‑in listrik‑bensin
Jarak Tempuh Listrik ≈ 400 km (perkiraan) ≈ 500 km (perkiraan)
Pengisian Fast charging 800V, 10 menit tambah 150 km Fast charging standar, 30 menit tambah 200 km
Dimensi (P x L x T) 4.620 x 1.900 x 1.600 mm 4.725 x 1.860 x 1.705 mm

Komparasi ini menegaskan bahwa Chery tidak hanya fokus pada baterai jarak jauh, melainkan juga memperkuat lini SUV yang menargetkan segmen keluarga sekaligus penggemar teknologi.

Dampak Strategis Bagi Pasar Indonesia

Jika baterai 1.500 km dari Chery berhasil diimplementasikan, konsekuensinya akan sangat signifikan bagi pasar EV Indonesia. Pertama, kekhawatiran “range anxiety” dapat berkurang drastis, membuka peluang adopsi massal terutama di wilayah dengan infrastruktur pengisian yang masih terbatas. Kedua, kehadiran teknologi super fast charging akan memaksa pemerintah dan operator swasta untuk mempercepat pembangunan jaringan charger berkapasitas tinggi, mirip dengan rencana BYD‑Denza di Eropa.

Selain itu, persaingan antara Deepal S05 dan Tiggo 8 CSH memberikan konsumen pilihan beragam, dari SUV berdesain avant‑garde hingga yang lebih tradisional namun nyaman. Kombinasi antara inovasi baterai panjang jarak dan model SUV yang kompetitif memperkuat posisi China sebagai pemimpin dalam revolusi mobil listrik global.

Ke depan, peluncuran resmi baterai 1.500 km dijadwalkan pada akhir 2026, dengan uji coba terbatas pada beberapa kota besar Indonesia. Pengujian lapangan akan menilai kinerja real‑world, termasuk kecepatan pengisian, daya tahan termal, dan dampak pada siklus hidup baterai. Jika hasilnya positif, Chery berpotensi menjadi pionir dalam mengubah standar industri EV, menurunkan biaya kepemilikan, dan mempercepat transisi energi bersih di wilayah Asia Tenggara.

Dengan langkah ambisius ini, Chery menegaskan komitmen untuk tidak hanya mengikuti tren, melainkan menciptakan standar baru dalam era mobil listrik berjarak jauh dan pengisian super cepat.