Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Pemerintah Republik Rakyat China menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong penyelesaian konflik di Timur Tengah melalui jalur diplomatik, meskipun pertemuan perundingan yang diadakan di Islamabad baru-baru ini tidak menghasilkan kesepakatan.
- China menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah semua negara.
- Beijing mengajak semua pihak menahan diri dari aksi militer yang dapat memperburuk situasi.
- China siap menjadi penengah netral dan menyediakan platform dialog yang inklusif.
Pertemuan di Islamabad, yang dihadiri delegasi dari beberapa negara Timur Tengah, berakhir tanpa tercapai kesepakatan konkret. Kegagalan ini dipandang oleh analis sebagai akibat perbedaan pandangan strategis serta kurangnya kesepakatan tentang langkah konkret yang dapat diambil.
Meski demikian, diplomat China menilai bahwa kegagalan satu pertemuan tidak menghalangi proses perdamaian yang lebih luas. “Kami akan terus berupaya membuka ruang dialog, baik melalui pertemuan bilateralan maupun multilateral, serta melalui organisasi internasional yang relevan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri.
Langkah selanjutnya yang diharapkan China antara lain:
- Mengundang kembali perwakilan Israel dan Palestina untuk berunding di platform netral.
- Memfasilitasi kunjungan delegasi ke Beijing untuk membahas rancangan kesepakatan damai.
- Mendorong negara‑negara G20, khususnya India dan Rusia, untuk berperan aktif dalam mediasi.
Pengamat politik menilai bahwa sikap China yang konsisten menekankan diplomasi dapat memperkuat posisinya sebagai mediator internasional, terutama di tengah persaingan pengaruh antara Amerika Serikat dan Rusia di kawasan tersebut.
Dengan menempatkan diri sebagai pihak yang netral dan konstruktif, China berharap dapat membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan terwujudnya kesepakatan damai jangka panjang yang mengakomodasi kepentingan semua pihak.




