Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Washington – Paus Leo menegaskan bahwa ia tidak merasa takut terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump. Dalam konferensi pers yang diadakan di Kedutaan Vatikan di Washington, Paus menyoroti komitmennya untuk terus menyuarakan perdamaian dan menentang segala bentuk konflik bersenjata.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Trump mengeluarkan serangan verbal terhadap Vatikan terkait sikap Paus terhadap perang di Ukraina. Trump menuduh Vatikan mencampuri urusan politik Amerika Serikat, sementara Paus menanggapi dengan menegaskan bahwa nilai-nilai moral tidak mengenal batas negara.
- Penekanan pada perdamaian: Paus menekankan pentingnya dialog antar‑negara dan menolak penggunaan kekerasan sebagai solusi.
- Komitmen terhadap umat: Paus menegaskan bahwa Gereja Katolik akan terus mendukung korban konflik, tanpa memandang afiliasi politik.
- Hubungan dengan Amerika Serikat: Meskipun terjadi ketegangan, Paus menegaskan bahwa hubungan historis antara Vatikan dan AS tetap kuat.
Para pengamat menilai pernyataan Paus Leo sebagai langkah diplomatik yang hati‑hati namun tegas. Mereka mencatat bahwa meskipun retorika Trump cenderung konfrontatif, Paus tetap memilih jalur moral yang konsisten dengan ajaran Gereja.
Di sisi lain, kelompok aktivis anti‑perang menyambut baik komentar Paus, menganggapnya sebagai dukungan moral internasional yang dapat memperkuat tekanan terhadap pihak‑pihak yang terlibat dalam konflik.
Meski demikian, para kritikus menilai bahwa pernyataan tersebut belum cukup untuk mengubah kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Mereka menekankan perlunya aksi konkret di tingkat pemerintahan, bukan sekadar pernyataan moral.
Paus Leo menutup konferensi dengan doa bersama, memohon agar dunia dipenuhi dengan damai dan keadilan, serta meminta semua pihak untuk menempatkan kepentingan manusia di atas kepentingan politik.







