Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Como 1907 menorehkan babak baru dalam sejarah sepak bola Italia setelah memastikan tiket ke kompetisi antarklub UEFA pada musim 2025/2026. Kemenangan tipis 1-0 atas Hellas Verona pada pekan ke-36 Serie A, yang terjadi pada 11 Mei 2026, mengukuhkan posisi klub Lombardy tersebut di enam besar klasemen akhir. Dengan pencapaian ini, Como tidak hanya menembus zona Liga Europa, melainkan berpeluang melaju ke Liga Champions bila hasil akhir musim tetap mendukung.
Peran Kunci Cesc Fabregas dan Skema Taktik
Pelatih asal Spanyol, Cesc Fabregas, menjadi arsitek utama transformasi tim. Setelah mengambil alih pada musim 2024/2025, Fabregas memperkenalkan gaya permainan yang mengedepankan pressing tinggi, pergerakan bola cepat, serta fleksibilitas formasi. Ia menempatkan Tasos Douvikas sebagai ujung tombak serangan, sementara Lucas da Cunha mengatur ritme di lini tengah. Pada lini pertahanan, Jacobo Ramon Kokoh menjadi pilar utama setelah bergabung secara permanen dari Real Madrid pada Juli 2025.
Pemain-Pemain Penunjang Kesuksesan
Tasos Douvikas (Grek, 27) tiba dari Celta Vigo dengan nilai transfer sekitar €13 juta. Dalam 2.115 menit bermain, ia mencetak 13 gol dan memberikan satu assist, menjadikannya pencetak gol terbanyak Como musim ini. Gol penentu melawan Verona berasal dari tendangan terobosan Douvikas yang menembus pertahanan lawan pada menit ke-78.
Jacobo Ramon Kokoh (Spanyol, 21) menempati posisi bek tengah. Sejak debutnya, ia mengumpulkan 2.564 menit bermain, menambah dua gol penting dan membantu menjaga kebobolan tim tetap rendah. Kecepatan serta kemampuan membaca permainan menjadi nilai tambah bagi sistem pertahanan Fabregas.
Lucas da Cunha (Prancis, 24) berperan sebagai gelandang box-to-box. Empat gol dan empat assist dalam 33 penampilan menunjukkan kontribusinya tidak hanya dalam fase menyerang, namun juga dalam transisi bertahan. Kontraknya diperpanjang hingga 2029 sebagai bukti kepercayaan klub terhadap peran vitalnya.
Implikasi Finansial dan Rencana Renovasi Stadion
Kualifikasi ke kompetisi Eropa membuka peluang pendapatan signifikan melalui hak siar UEFA, sponsor, serta penjualan tiket internasional. Namun, stadion Giuseppe Sinigaglia masih belum memenuhi standar UEFA, terutama terkait struktur tribune yang masih mengandalkan perancah. Wali Kota Alessandro Rapinese menyatakan keyakinannya bahwa stadion dapat diupgrade dalam tiga tahun ke depan, meningkatkan kapasitas dari 4.900 menjadi 12.000 penonton. Sementara itu, klub mempertimbangkan opsi sementara menggunakan Stadion Mapei milik Sassuolo untuk pertandingan UEFA demi menghindari sanksi.
Reaksi Publik dan Media
Keluarannya menimbulkan gelombang euforia di antara suporter Como. Suasana di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada 12 April 2026, saat melawan Inter Milan, dipenuhi sorakan, syal, dan harapan besar. Media nasional dan internasional, termasuk Kompas.com, Bola.net, dan IDN Times, memuat liputan luas tentang “kejutan terbesar Serie A”. Fabregas sendiri mengaku sangat emosional, menyebut momen ini akan dikenang selama dua puluh tahun ke depan.
Prospek Musim Depan
Dengan dua pertandingan tersisa, Como masih memiliki peluang mengamankan tiket Liga Europa atau bahkan bersaing untuk tiket Liga Champions. Kekuatan skuad yang sudah teruji, serta dukungan finansial yang meningkat, memberi keyakinan bahwa klub dapat menambah kedalaman pemain pada bursa transfer musim panas mendatang.
Secara keseluruhan, perjalanan Como 1907 dari Serie B ke panggung Eropa dalam kurun waktu dua tahun menegaskan bahwa visi Fabregas, kombinasi pemain muda berbakat, serta dukungan kota dapat menghasilkan prestasi luar biasa. Jika renovasi stadion berjalan lancar dan kebijakan transfer tetap mendukung, Como berpotensi menjadi klub menengah atas yang konsisten hadir di kompetisi kontinental selama beberapa tahun ke depan.




